Wali Kota Makassar Pastikan Kebutuhan Pengungsi Banjir Terpenuhi
Sentra News Day - SULSEL.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Malam itu halaman SDN Paccerakkang tak lagi dipenuhi suara anak sekolah, melainkan percakapan lirih para keluarga yang mengungsi akibat banjir.
Di ruang kelas yang berubah fungsi menjadi tempat berteduh sementara, kebutuhan paling sederhana—air bersih, obat-obatan, hingga tempat tidur layak—menjadi hal yang sangat berarti.
Di tengah situasi itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, datang tanpa seremoni panjang. Ia memilih berdialog langsung dengan warga, mendengar keluhan, sekaligus memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.
Datang di Tengah Agenda Padat, Apa Pesannya?
Kunjungan dilakukan di sela agenda pemerintahan dan rangkaian Safari Ramadan. Namun bagi Munafri, respons terhadap warga terdampak banjir tidak bisa menunggu jadwal kosong.
Di hadapan pengungsi, ia meminta masyarakat menyampaikan langsung kebutuhan yang mendesak—baik makanan, obat-obatan, maupun bantuan lainnya. Pesan itu sederhana: pemerintah kota terbuka menerima aspirasi selama masih dalam kapasitas untuk dipenuhi.
Fakta di lapangan menunjukkan, posko pengungsian di SDN Paccerakkang menampung 64 kepala keluarga atau 229 jiwa dari wilayah sekitar. Jumlah tersebut cukup untuk membuat fasilitas darurat bekerja ekstra, terutama pada malam hari ketika suhu mulai turun dan anak-anak membutuhkan kenyamanan lebih.
Instruksi Tegas untuk Layanan Dasar
Kehadiran wali kota tidak berhenti pada simbol empati. Ia memberi arahan langsung kepada jajaran perangkat daerah yang turut hadir.
Dinas Kesehatan diminta memastikan layanan medis berjalan optimal. Ketersediaan air bersih menjadi tanggung jawab Damkarmat dan PDAM. Sementara Dinas Sosial serta BPBD diminta menjamin kecukupan logistik, tenda darurat, hingga tempat tidur yang layak—bukan hanya di satu titik, tetapi juga di lokasi pengungsian lain di kecamatan berbeda.




