Pengungsi Padasari Harapkan Bantuan Tunai untuk Beli Takjil di Ramadan
Sumber Foto: DISWAY JATENG
Internasional

Pengungsi Padasari Harapkan Bantuan Tunai untuk Beli Takjil di Ramadan

SLAWI. diswayjateng.com - Sepekan Ramadan, ratusan warga pengungsi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, masih menjalani puasa dalam keterbatasan. Di bawah tenda pengungsian yang berdiri seadanya, mereka bertahan dengan nasi bungkus dari dapur umum untuk berbuka dan sahur.

Rabu sore (25/2/2026), suasana di lokasi pengungsian tampak lengang. Anak-anak bermain di sekitar tenda, sementara para ibu bersiap menanti waktu berbuka. Aroma masakan dari dapur umum tercium, menjadi penanda harapan sederhana di tengah musibah.

Namun, tak semua kebutuhan bisa tercukupi.

Warningsi, salah satu pengungsi, mengaku bersyukur karena kebutuhan makan sahur dan berbuka masih disiapkan. Meski begitu, ia berharap ada bantuan uang tunai agar warga bisa membeli takjil atau kebutuhan lain selama Ramadan.

“Untuk makan memang sudah ada dari dapur umum. Tapi kalau ingin beli jajanan buat anak-anak atau tambahan lauk, kami tidak punya uang,” ujarnya lirih.

Ia menuturkan, selama ini pengungsi hanya pernah menerima santunan uang tunai satu kali sebesar Rp 100 ribu per kepala keluarga. Bantuan itu pun bukan berasal dari pemerintah, melainkan sumbangan dari dermawan.

Kondisi ekonomi keluarga Warningsi kian terpuruk sejak bencana melanda. Suaminya yang sehari-hari bertani di wilayah Desa Padasari kini kehilangan penghasilan. Selama masa tanggap darurat, sang suami lebih banyak fokus menyelamatkan barang-barang berharga dan perabot rumah yang tersisa dari ancaman pergerakan tanah.

“Sekarang belum ada hasil apa-apa dari sawah. Semua masih kacau,” ucapnya sedih.

Hal senada disampaikan Nur Halimah, pengungsi lainnya. Ia membenarkan bahwa warga sangat membutuhkan bantuan uang tunai, terutama di bulan Ramadan.

“Selama ini kami hanya makan dari dapur umum. Kalau ada uang tunai, bisa beli takjil atau tambahan makanan untuk berbuka,” ungkapnya.

Sebagian warga yang mulai bosan dengan menu dapur umum terpaksa memasak lauk sendiri. Di sudut tenda pengungsian telah disediakan tempat memasak sederhana. Dengan bahan seadanya, para ibu mencoba menghadirkan variasi hidangan agar anak-anak tetap semangat menjalani puasa.

Ketua RW Desa Padasari, Bulnyamin, menegaskan bahwa warganya kini sangat berharap perhatian pemerintah, khususnya dalam bentuk santunan uang tunai.

“Banyak warga kehilangan pekerjaan pascabencana. Mereka butuh pegangan untuk bertahan hidup, apalagi ini bulan Ramadan,” tegasnya.

Sumber:

Tag:

# desa padasari

# nasi bungkus

# kabupaten tegal

# ramadan

# takjil

# santunan

# pengungsi

Share: