Pengungsi Aceh dan Sumut Butuh Perhatian Khusus Pasca Bencana
Sentra News Day - JAKARTA - Lebih dari sebelas ribu jiwa masih menanti kepastian nasib di balik tenda-tenda darurat pascabencana alam yang melanda wilayah Sumatera. Meski pemerintah mengklaim adanya penurunan jumlah pengungsi secara signifikan, kenyataan di lapangan menunjukkan belasan daerah terdampak belum sepenuhnya bangkit dari kehancuran, menyisakan derita bagi para penyintas yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Wilayah Sumatera, Tito Karnavian merinci sisa pengungsi saat ini masih mencapai 11.250 orang. Sebagian besar penyintas bertahan hidup di Provinsi Aceh sebanyak 10.400 jiwa, sementara 850 orang tertahan di Provinsi Sumatera Utara. Kabar sedikit melegakan hanya datang dari Provinsi Sumatera Barat yang tercatat sudah mengosongkan area penampungan darurat.
"Tidak ada lagi pengungsi yang berada di tenda, semuanya sudah menempati hunian sementara," ungkapnya usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Gedung Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana per 25 Februari 2025, luka sosial akibat musibah ini masih menganga lebar di 11 kabupaten dan kota yang belum mampu beraktivitas wajar. Kawasan tersebut sangat membutuhkan atensi khusus pemerintah pusat karena lumpuhnya fasilitas esensial. Secara keseluruhan, dari 52 daerah terdampak, baru 38 wilayah yang dinilai berhasil memenuhi indikator normalitas, sedangkan tiga lainnya masih berjuang mendekati tahap pemulihan.
Indikator normalitas yang ditetapkan mencakup berjalannya roda pemerintahan, ketersediaan layanan publik, akses jalur darat, kelancaran aliran listrik, hingga tuntasnya proses normalisasi sungai.
Bagi masyarakat di daerah berstatus atensi khusus, penderitaan terasa makin berat dengan lesunya perputaran ekonomi mikro. Para pelaku usaha kecil menengah belum bisa kembali mencari nafkah secara maksimal akibat terjebak sisa material lumpur dan akses penghubung desa yang terputus.
"Kalau pasar sudah bergerak semua, jalan. Tapi UMKM-nya belum optimal sepenuhnya. Masih menjadi tugas kita ada pembersihan lumpur, perbaikan jembatan, jalan desa, dan daerah-daerah yang perlu kita selesaikan," urainya. ***




