Pembangunan Huntara Aceh Utara Dikebut Agar Pengungsi Tak Tinggal di Tenda Sebelum Lebaran
Sumber Foto: Serambinews.com
Internasional

Pembangunan Huntara Aceh Utara Dikebut Agar Pengungsi Tak Tinggal di Tenda Sebelum Lebaran

Sentra News Day - Ringkasan Berita:

Pemerintah Aceh Utara menargetkan pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir selesai sebelum Lebaran Idul Fitri 1447 H agar pengungsi tidak lagi tinggal di tenda.

Saat ini masih ada 5.269 KK atau 19.236 jiwa mengungsi di 94 titik, menurun dari awal Februari yang mencapai 6.886 KK.

Kendala utama pembangunan Huntara adalah ketersediaan lahan, namun sejumlah pemilik tanah bersedia meminjamkan dengan skema pinjam pakai.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir di Aceh Utara ditargetkan dapat diselesaikan sebelum Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, sehingga para pengungsi tidak lagi tinggal di tenda darurat.

Hingga memasuki Ramadan ke-9, Jumat (27/2/2026), sebanyak 5.269 kepala keluarga (KK) atau 19.236 jiwa masih tercatat mengungsi di 94 titik lokasi dalamKabupaten Aceh Utara.

Sebagian warga bertahan di tenda-tenda darurat.

Sementara lainnya menumpang di rumah keluarga atau membangun tempat berteduh dari sisa puing bangunan pascabanjir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Utara, Fauzan, MAP kepada Serambinews.com, Jumat (27/2/2026), mengatakan, data terbaru per 24 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, menunjukkan tren penurunan jumlah pengungsi dibandingkan awal Februari.

Sedangkan di Kecamatan Langkahan, pengungsi yang sudah menempati Huntara adalah korban banjir dari Desa Simpang Tiga dan Tanjong Dalam Selatan.

Sedangkan dari lokasi lain sampai sekarang dalam proses pembangunan Huntara nya.

“Jumlah pengungsi aktif menjelang Ramadhan tercatat 5.269 KK atau 19.236 jiwa yang tersebar di 94 titik,” rincinya.

“Ini menurun dibanding awal Februari yang masih mencapai 6.886 KK atau 25.973 jiwa di 119 titik pengungsian,” ujar Fauzan.

Meski jumlah pengungsi berkurang signifikan, total warga terdampak banjir tetap besar.

Yakni mencapai 433.064 jiwa dari 124.549 KK yang tersebar di 696 gampong.

Ia mengakui pembangunan Huntara masih menghadapi kendala utama berupa ketersediaan lahan.

Tidak semua desa memiliki aset tanah yang dapat langsung digunakan untuk pembangunan.