Jumlah Pengungsi Bencana Sumatra Turun Drastis, BNPB Lanjutkan Rehabilitasi
Sentra News Day - BNPB: Pengungsi Korban Bencana Sumatra Turun 95 Persen
: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno (kanan) didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kedua kanan), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (kedua kiri), dan Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol Ramdani (kiri) mengikuti konferensi pers percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana wilayah Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Mendagri yang juga Ketua Satuan Tugas mengatakan dari total 75 kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut sebanyak 52 di antaranya terdampak bencana dan sebanyak 37 kabupaten/kota sudah berstatus normal, empat mendekati normal serta 11 perlu atensi khusus. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa)
Oleh Wandi, Rabu, 11 Februari 2026 | 19:52 WIB - Redaktur: Kristantyo Wisnubroto - 345
Jakarta, InfoPublik — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan penanganan bencana di wilayah Sumatra memasuki fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi. Dari total 52 kabupaten terdampak, mayoritas daerah kini telah keluar dari masa tanggap darurat dan beralih ke tahap pemulihan.
Dalam konferensi pers Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (11/2/2026), Suharyanto menyampaikan jumlah pengungsi mengalami penurunan signifikan hingga 95,51 persen dibandingkan saat puncak bencana. “Pada puncaknya jumlah pengungsi mencapai lebih dari satu juta jiwa. Per 10 Februari 2026, tersisa sekitar 40 ribu orang yang masih berada di pengungsian,” ujarnya.
BNPB mencatat saat ini sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing, sementara sebagian lainnya tinggal sementara di rumah kerabat atau hunian sementara (huntara) yang disiapkan pemerintah.
Fokus Hunian dan Infrastruktur Dasar
Suharyanto menegaskan percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) menjadi prioritas utama pemerintah, terutama di Aceh, Sumaera Utara, dan Sumatra Barat.
Di Provinsi Sumatra Utara, BNPB menargetkan penyelesaian pembangunan hunian sebelum memasuki bulan Ramadan, mengingat jumlah pengungsi yang tersisa relatif sedikit, sekitar 400 orang. Kendala yang masih dihadapi di beberapa lokasi adalah penyambungan jaringan air bersih dan listrik. “Secara umum progres pembangunan sudah rata-rata di atas 90 persen di sejumlah titik, meski ada yang masih 30 persen karena faktor teknis,” jelas Kepala BNPB.
Selain pembangunan huntap oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, dukungan juga datang dari berbagai kementerian/lembaga serta institusi seperti Polri dan sektor swasta.
Bantuan Stimulan dan Anggaran Pemulihan
BNPB juga melaporkan penyaluran bantuan stimulan rumah rusak ringan dan sedang terus berjalan. Data sementara menunjukkan ribuan unit rumah telah diverifikasi dan memenuhi syarat untuk menerima bantuan.
Untuk tahap awal rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp240 miliar yang mulai disalurkan pada pertengahan Februari 2026. Dana tersebut difokuskan pada pembangunan hunian, perbaikan infrastruktur dasar, serta pemulihan layanan publik.
Selain itu, bantuan dana tunggu hunian dan dukungan logistik bagi masyarakat terdampak juga telah disalurkan secara bertahap di tiga provinsi terdampak.
Pendekatan Humanis dan Partisipatif
BNPB menegaskan proses relokasi dilakukan secara persuasif dan berbasis kesepakatan warga. Pemerintah tidak memaksakan relokasi apabila masyarakat memilih tetap tinggal di lokasi lama, sepanjang aspek keselamatan terpenuhi. “Kita mengedepankan dialog. Relokasi dilakukan dengan persetujuan masyarakat, bukan pemaksaan,” tegas Suharyanto.
Ia menambahkan, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus melakukan evaluasi mingguan terhadap progres pembangunan hunian dan penyaluran bantuan agar pemulihan berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Dengan tren penurunan pengungsi yang signifikan dan progres pembangunan yang terus meningkat, BNPB optimistis seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Sumatera dapat diselesaikan secara bertahap dalam tahun ini.
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber infopublik.id




