Banjir di Makassar: 1.157 Pengungsi Tersebar di 19 Titik Pengungsian
Sentra News Day - MAKASSAR, RAKYATSULSEL – Jumlah pengungsi akibat banjir di Kota Makassar menembus seribu jiwa. Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang mengguyur sejak 24 Februari 2026 menyebabkan sejumlah wilayah terendam dan warga terpaksa mengungsi.
Prakiraan cuaca dari BMKG Wilayah IV Sulawesi Selatan menyebutkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih berpeluang terjadi hingga 1 Maret 2026 di wilayah Makassar dan sekitarnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar per 26 Februari 2026 pukul 01.30 WITA, total pengungsi tercatat 1.157 jiwa atau 308 kepala keluarga yang tersebar di 19 titik pengungsian.
Wilayah terdampak paling banyak berada di Kecamatan Manggala, khususnya Kelurahan Manggala. Di kecamatan ini tercatat 159 kepala keluarga atau 621 jiwa mengungsi di 11 titik, di antaranya Masjid Al Muttaqin (84 jiwa), Masjid Jabal Nur (103 jiwa), Pesantren Al Bashira (66 jiwa), serta Masjid Al Mubarakah (124 jiwa).
Sementara itu, di Kecamatan Biringkanaya terdapat 149 kepala keluarga atau 536 jiwa yang tersebar di dua kelurahan.
Di Kelurahan Katimbang, pengungsi mencapai 371 jiwa atau 106 kepala keluarga yang berada di SDN Paccerakang, Masjid Nurul Ikhlas Kodam III, dan Masjid Lailatul Qadar. Adapun di Kelurahan Paccerakkang, sebanyak 165 jiwa atau 43 kepala keluarga mengungsi di lima lokasi, termasuk Masjid Ar Ra’mun dan Masjid Al Ummah.
Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Fadli Tahar, mengatakan pihaknya terus melakukan langkah tanggap darurat. Tim melakukan asesmen di lokasi terdampak, mendistribusikan logistik, mengevakuasi warga, serta mendirikan pos komando di sejumlah titik.
“Posko siaga 24 jam, jangan biarkan mereka tidak terlayani,” ujar Fadli.
BPBD Makassar mengerahkan 40 personel Tim Reaksi Cepat (TRC), enam unit perahu karet dan polyethylene, empat unit motor trail, 40 life jacket dan helm, lima kendaraan operasional, serta dua unit ambulans.
Pemerintah Kota Makassar juga mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan darurat 112 atau mengakses Super Apps Lontara+ untuk informasi dan pelaporan kondisi kebencanaan. (Shasa/B)




