Wonosalam: Pusat Utama Produksi Salak di Jombang
KBRN, Jombang: Kecamatan Wonosalam kembali menunjukkan potensinya sebagai lumbung hortikultura Kabupaten Jombang. Selain dikenal sebagai penghasil durian, kawasan berhawa sejuk di lereng Gunung Anjasmoro ini juga menjadi penyumbang terbesar produksi salak dengan capaian mencapai puluhan ribu kuintal per tahun.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, produksi salak pada tahun 2024 mencapai 61.156 kuintal, meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 24.161 kuintal. Sementara hingga September 2025, angka produksi telah mencapai 5.454 kuintal dan masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang terus berlangsung.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M. Rony, mengatakan bahwa hasil produksi tersebut menunjukkan potensi besar komoditas salak untuk terus dikembangkan, terutama di wilayah Wonosalam, “Alhamdulillah, capaian produksi salak di Wonosalam cukup memuaskan,” ujarnya, Minggu (26/10/2025).
Ia menjelaskan, dari 21 kecamatan di Kabupaten Jombang, Wonosalam menjadi penyumbang terbesar hasil produksi salak, disusul oleh Kecamatan Tembelang, Bareng, dan Diwek.
Menurutnya, produktivitas yang tinggi tersebut menjadi bukti bahwa komoditas salak telah menjadi bagian penting dari sektor hortikultura daerah.
Meski luas tanam mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir dari 171.887 hektare pada 2023 menjadi 117.210 hektare pada 2025 namun kualitas dan hasil panen tetap terjaga.
Rony menyebut bahwa Dinas Pertanian Jombang, terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan hasil produksi melalui sejumlah program pendukung.
“Beberapa langkah yang kami lakukan antara lain pelatihan sekolah lapang hortikultura, pemberian bantuan bibit, bantuan alat pertanian, serta proses pengajuan Indikasi Geografis (IG) untuk komoditas khas Wonosalam seperti salak dan kopi excelsa,” terangnya.
Rony menambahkan, upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi salak Wonosalam tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional.
“Dengan dukungan yang terus berkelanjutan, kami optimistis salak Wonosalam bisa menjadi ikon hortikultura unggulan dari Jombang,” pungkasnya.




