UNRWA: Israel Tekan untuk Hancurkan Lembaga Pengungsi Palestina
waktu baca 2 menit
Ramallah (ANTARA) - Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini menyatakan Israel terus melakukan tekanan politik untuk "melenyapkan" lembaga yang dipimpinnya.
Pernyataan itu disampaikan Lazzarini dalam konferensi pers pada Jumat (13/2) malam di sela-sela Konferensi Keamanan Munich di Jerman.
Ia mengatakan situasi di Gaza "masih tragis" karena penduduk setempat hampir tak bisa memenuhi kebutuhan dasar dan berjuang agar tetap hidup akibat perang yang dilancarkan Israel.
Anak-anak di Gaza tidak bersekolah selama lebih dari dua tahun, kata Lazzarini, seraya menekankan pentingnya UNRWA melanjutkan layanan kesehatan serta pendidikan dasar dan menengah di sana.
Ia mengatakan bahwa lembaga itu berada di bawah tekanan besar dan Israel terus melanggar hukum internasional.
"Israel terus melakukan tekanan politik untuk melenyapkan UNRWA, dan kami melihat kantor pusat kami dihancurkan di wilayah pendudukan Yerusalem Timur," kata Lazzarini.
Ia juga mengatakan warga Israel yang mengambil alih tanah Palestina meningkatkan kekerasan dan penyitaan lahan di Tepi Barat.
Lazzarini menekankan perlunya perhatian terhadap situasi di Tepi Barat sebelum terlambat dan sebelum hal itu merusak masa depan Solusi Dua Negara.
Sumber: WAFA
Baca juga: Krisis dana, UNRWA potong layanan untuk Palestina hingga 20 persen
Baca juga: UNRWA: Gaza jadi tempat paling berbahaya di dunia bagi jurnalis
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.




