Target Operasional Exit Tol KM 25 Bitung Dukung Peningkatan Ekonomi Tangerang 2026
Sentra News Day - Trust Banten - Keberadaan jalan tol terus menunjukkan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan informasi dari Badan Pengatur Jalan Tol, infrastruktur tol tidak hanya mempercepat konektivitas, tetapi juga membuka peluang investasi serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan jalan tol merupakan instrumen investasi yang menjanjikan. Selain memberikan kepastian usaha, proyek tol juga dinilai memiliki prospek keuntungan jangka panjang sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.
Akses tol dinilai mampu mempercepat mobilitas barang dan tenaga kerja, sekaligus menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor seperti properti, perdagangan, hingga UMKM.
Salah satu contoh konkret terlihat pada pengembangan kawasan Paramount Petals di koridor barat Jakarta. Proyek ini tengah mempersiapkan pembangunan akses langsung melalui modifikasi exit tol di ruas Tol Jakarta–Merak KM 25.
Direktur Project Management Paramount Land, Cok Putra Tri Utama, menjelaskan proyek exit tol tersebut saat ini memasuki tahap persiapan Uji Laik Fungsi (ULF) dan Uji Laik Operasi (ULO), dengan target mulai beroperasi pada pertengahan 2026.
Menurutnya, kehadiran akses tol langsung akan memberikan dampak luas, mulai dari peningkatan ekonomi lokal, kemudahan aksesibilitas wilayah Bitung dan sekitarnya, hingga pengurangan kemacetan di sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Raya Pantura, Jalan Raya Serang, dan Jalan Raya Curug. “Akses ini juga diperkirakan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan hingga sekitar lima menit,” ujarnya.
Lebih jauh, akses tol tersebut diyakini akan meningkatkan konektivitas masyarakat menuju berbagai destinasi strategis, termasuk Jakarta dan Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini sekaligus memperkuat daya tarik investasi kawasan.




