SMSI Bahas Tantangan Media Kecil di Era Digital dalam Rapimnas 2026
Sumber Foto: infobanua.co.id
Teknologi

SMSI Bahas Tantangan Media Kecil di Era Digital dalam Rapimnas 2026

Sentra News Day - -

192 0

Jakarta, infobanua.co.id – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan pers kecil dan media startup dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang digelar di Millennium Hotel Sirih, Jakarta, Jumat–Sabtu, 6–7 Maret 2026.

Ketua Umum SMSI, Firdaus, mengatakan perkembangan industri media digital yang sangat cepat membuat banyak perusahaan pers kecil kesulitan bersaing, terutama dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki.

Saat ini, kata dia, SMSI memiliki 3.181 perusahaan pers anggota yang sebagian besar merupakan media startup yang didirikan oleh wartawan profesional di berbagai daerah.

Baca Juga:

Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Diluncurkan Tepat di Hari Peringatan Reformasi

“Banyak media kecil yang berjuang untuk bertahan di tengah perubahan industri media yang sangat cepat,” ujar Firdaus dalam Rapimnas yang juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-9 SMSI.

Menurut Firdaus, SMSI lahir sebagai wadah bagi wartawan dan pelaku media yang ingin tetap menjaga idealisme jurnalistik dengan mendirikan perusahaan media sendiri. Banyak di antaranya merupakan jurnalis berpengalaman yang sebelumnya bekerja di perusahaan media besar.

Ia mengungkapkan, tidak sedikit wartawan yang kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri media, sehingga harus mencari cara lain untuk tetap bertahan hidup.

Baca Juga:

Lula Kamal: Tunggakan Iuran BPJS Lebih dari Rp 28 Triliun, Ini PR Bersama

“SMSI hadir untuk memberikan ruang bagi mereka agar tetap bisa berkarya melalui perusahaan media yang mereka dirikan sendiri,” katanya.

Dalam forum Rapimnas tersebut, SMSI juga membahas berbagai kebijakan yang dinilai berdampak pada keberlangsungan media kecil, salah satunya terkait verifikasi perusahaan pers oleh Dewan Pers.

Firdaus menilai kebijakan tersebut seringkali menjadi kendala bagi media kecil, karena sejumlah pemerintah daerah hanya bersedia bekerja sama dengan media yang telah terverifikasi.

Baca Juga:

Awak Pesawat Investor Saham, Kolaborasi BEI dengan Industri Aviasi

“Kami berharap kemerdekaan pers tidak dibatasi oleh persoalan administrasi. Media kecil juga harus diberi ruang untuk berkembang,” ujarnya.

Selain itu, Rapimnas juga membahas isu perkembangan perdagangan digital global, termasuk perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat yang mencakup sektor Digital Trade and Technology.

SMSI menilai perlu ada sikap bersama dari perusahaan pers, khususnya media startup, dalam menghadapi perubahan tersebut.

Baca Juga:

Ketinggalan Barang di *Bandara BDJ, Ini Cara Lapornya*

Ketua Dewan Pakar SMSI, Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, mengatakan SMSI kini telah berkembang menjadi organisasi besar dengan ribuan anggota perusahaan media siber di seluruh Indonesia.

Menurutnya, kondisi itu menunjukkan SMSI memiliki peran penting dalam ekosistem informasi di era digital.

“SMSI harus mampu menjadi pilar demokrasi baru yang menghadirkan informasi akurat dan terpercaya bagi masyarakat,” kata Yuddy.

Baca Juga:

Ketum SMSI dan JAM Intel Kejagung Perkuat Sinergi Awasi Program JAGA DESA dan MBG

Sementara itu, Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, menyatakan pihaknya terbuka untuk menerima berbagai aspirasi dari SMSI yang muncul dalam Rapimnas tersebut.

Ia juga menilai dunia pers saat ini tengah mengalami perubahan besar seiring perkembangan teknologi dan ekosistem informasi digital.

“Pers harus mampu beradaptasi dengan perubahan dan terus membangun kualitas serta budaya belajar,” ujarnya.

Baca Juga:

Tax Goes to School di SMA Negeri 1 Kuala Pembuang, DJP Tanamkan Kesadaran Pajak Sejak Dini

Rapimnas SMSI 2026 diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat ekosistem pers nasional, khususnya bagi perusahaan media kecil dan startup yang menjadi bagian dari organisasi tersebut.

ang

Baca Juga:

Aksi Humanis Satgas Yonif 621/Mtg: Rawat Kedamaian di Tanah Papua

Join channel telegram agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Gabung Sekarang

Bagikan:

Sebelumnya

Kodim 0207/Simalungun Rampungkan Jembatan Modular di Huta Marubun II, Akses Dua Desa Kembali Lancar

Selanjutnya

Bagikan 500 Takjil, KORPRI Kabupaten Tegal Kepedulian di Bulan Ramadhan

Artikel Terkait

Tim Dirjen Diktiristek Lakukan Kunjungan ke UMPR Dalam Rangka Pembukaan Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Dokter

Dies Natalis Ke -64, Universitas Prof. Dr. Moestopo Gelar Diskusi Publik “Komunikasi Merah Putih”

Mendagri Apresiasi Kinerja TPID Kendalikan Laju Inflasi