Skandal eFishery: Ancaman Terhadap Kepercayaan dan Integritas Startup
Bloomberg Technoz, Jakarta - Kasus dugaan manipulasi laporan keuangan yang menjerat startup agrikultur eFishery, tidak hanya mengguncang kepercayaan investor, tetapi juga membuka diskusi lebih luas mengenai bagaimana pendanaan di dunia startup berjalan.
Startup mengejar valuasi dan demi meraih investasi segala cara ditempuh termasuk mempresentasikan kinerja yang dibuat-buat. Pada akhirnya penerapan ini menciptakan budaya bisnis yang tidak sehat, disampaikan Martyn Terpilowski, seorang investor sekaligus CEO Bhumi Varta Technology (BVT).
Menurut Mertyn, skandal memoles laporan keuangan di eFishery sebagai refleksi dari persoalan struktural dalam dunia startup dan venture capital saat ini. Ia menambahkan bahwa ekosistem perusahaan rintisan kini telah kehilangan arah karena terlalu berfokus pada angka investasi dan valuasi, bukan pada keberlanjutan bisnis.
“Saya merasa, dalam bentuknya yang sekarang, dunia venture capital dan startup rusak. Pendanaan dan target terlalu tinggi, tidak ada yang benar-benar feasible, dan semuanya tentang funding dan funding,” cerita Martyn saat berbincang di Jakarta Kamis (17/4/2025).
Dalam skala lanjutan, menampilkan capaian bisnis tanpa dasar kinerja riil merusak integritas industri secara menyeluruh. Untuk perusahaan, perilaku ini bukanlah nilai sesungguhnya atas prospek bisnis jangka panjang.
Baca Juga
Saat eFishery Terkuak, Asosiasi Sepakat Penguatan Tata Kelola
Siasat Gibran agar eFishery Terlihat Prudent di Mata Investor
Patrick Walujo Sebut Aksi Penipuan di eFishery Sistematis
Next article →




