Sisa 51 Pengungsi Banjir di Kutablang Bireuen Kembali ke Rumah
Sumber Foto: Serambinews.com
Internasional

Sisa 51 Pengungsi Banjir di Kutablang Bireuen Kembali ke Rumah

Ringkasan Berita:

Jumlah pengungsi korban banjir di Kutablang, Bireuen yang semula mencapai lebih dari 5.000 jiwa, kini tersisa 16 KK atau 51 jiwa yang masih tinggal di posko pengungsian dan meunasah (data per Kamis, 5/2/2026).

Sisanya sudah kembali ke rumah masing-masing meski masih berlumpur, tinggal bersama keluarga/tetangga, atau menyewa rumah karena rumah rusak berat/hilang.

Meski sudah pulang, warga tetap mendapat bantuan sembako melalui keuchik.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Jumlah pengungsi korban banjir di Kutablang, Bireuen yang pada saat awal pasca banjir mencapai 5.000 jiwa lebih, data terbaru Kamis (5/2/2026) yang masih tinggal di posko pengungsian

dan meunasah sebanyak 16 kepala keluarga atau 51 jiwa.

Sedangkan lainnya sebagian berada di rumah keluarga, rumah tetangga maupun menempati rumah sendiri walaupun masih berlumpur dan sebagian menyewa rumah di desa masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Camat Kutablang, Erizal STP MM menjawab Serambinews.com, Kamis (5/2/2026) terkait jumlah pengungsi menjelang Ramadhan.

Desa yang masih ada pengungsi di tenda atau meunasah yaitu, di Meunasah Tingkeum Mayang 8 kk atau 32 jiwa, Ujong Blang juga di meunasah sebanyak 2 kepala keluarga atau 4 jiwa.

Selanjutnya, Keurumbok 4 kepala keluarga atau 11 jiwa berada di meunasah dan tenda darurat dan Lhoknga sebanyak 2 KK atau 4 jiwa masih mengungsi di meunasah.

“Ribuan korban banjir lainnya yang dulunya sempat mengungsi ke meunasah, tenda pengungsian, sebagian sudah pulang ke rumah walaupun rumahnya masih berlumpur, sebagian bermalam di rumah keluarga maupun

tetangga dan ada juga yang menyewa rumah karena rumahnya hilang atau rusak berat,” ujarnya.

Disebutkan, secara umum dalam musibah banjir ada belasan desa kondisi sangat parah yaitu Desa Ujong, Cot Ara, Keureumbok, Blang Mee, Tingkeum Mayang, Blang Panjoe, Lhoknga dan Meuse.

Kemudian Desa Babak Suak, Pulo Nga, Rancong, Jambo Kajeung dan Dayah Mesjid.

Sedangkan desa-desa lainnya juga terdampak namun tidak begitu parah.

Perhatian terhadap para korban banjir walaupun sudah pulang ke rumah atau menginap pada rumah tetangga, tetap mendapat bantuan sembako melalui keuchik sebagaimana mestinya.

Menyangkut jumlah rumah hilang, rusak berat, rusak ringan maupun sedang katanya, seluruhnya mencapai

4.319 unit tersebar di berbagai desa. (*)