Sinergi Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Cegah Stunting di Kalimantan Barat
Stunting
Entikong
Oleh - Sri Wahyuni,
Editor - Syarifah Dewi Muliani
KBRN, Entikong: Pencegahan stunting menjadi fokus penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Puskesmas Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi salah satu contoh nyata bagaimana sinergi antara tenaga kesehatan, masyarakat, dan aparat penegak hukum dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menurunkan angka stunting.
Ahli Gizi Puskesmas Balai Batang Tarang, Laura Florensia br. Hutapea menjelaskan, pihaknya menjalankan sejumlah program strategis untuk menekan angka stunting. Diantaranya, implementasi program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal.
“PMT lokal ini disiapkan oleh penyedia lokal dan diantarkan langsung ke sasaran, yakni balita yang terindikasi mengalami stunting atau berisiko. Kami memastikan gizi yang diberikan sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak,” ujar Laura dalam Obrolan Mozaik Indonesia, Selasa (19/8/2025).
Selain pemberian makanan tambahan, dikatakan, kegiatan sosial dan lingkungan juga menjadi bagian dari pendekatan pencegahan stunting. Puskesmas Batang Tarang bersama masyarakat aktif melakukan edukasi, menjaga kebersihan lingkungan, serta mendukung pengolahan pangan lokal untuk keberlanjutan.
"Kegiatan tersebut memperkuat pemahaman bahwa pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, tetapi juga seluruh elemen masyarakat," sambungnya.




