Sektor Properti Diprediksi Dominasi Investasi Indonesia pada 2026
JAKARTA – Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengungkapkan sektor properti akan menjadi primadona bagi realisasi investasi Indonesia pada 2026.
“Kami melihat perumahan dan kawasan industri ini terutama, akan meningkat cukup signifikan,” kata Rosan, dalam konferensi pers yang digelar hari ini.
Pada 2025, realisasi investasi dari sektor properti yang di dalamnya termasuk kawasan industri dan perkantoran, tercatat sebesar Rp140,4 triliun.
Sektor ini berada di peringkat keempat. Sementara realisasi investasi terbesar masih berasal dari sektor industri logam dasar, barang logam, serta barang bukan mesin dan peralatannya yang mencapai Rp262 triliun.
Rosan mengaku pipeline atau antrean investasi yang masuk ke sektor properti saat ini sudah cukup besar, baik investasi dari dalam maupun luar negeri.
“Kita sudah lihat di pipeline-nya ini akan meningkat cukup signifikan,” kata Rosan.
Tidak disebutkan berapa besar antrean investasi yang telah masuk, namun Rosan yakin hasilnya bisa mengerek posisi sektor properti ke peringkat pertama, sebagai sektor dengan realisasi investasi tertinggi.
Salah satu pendorong investasi di sektor properti, kata Rosan, adalah program Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen membangun 3 juta rumah, dengan target masyarakat berpenghasilan rendah.
Di samping itu, Rosan menjelaskan kinerja Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) telah tumbuh 26,6% menjadi Rp1.033 triliun pada 2025. Realisasi ini bahkan lebih tinggi dari Penanaman Modal Asing (PMA) yang hanya di kisaran Rp900 triliun.
“Penanaman modal dalam negeri ini akan terus meningkat lebih besar lagi, karena faktor Danantara,” jelas Rosan, yang juga menjabat sebagai CEO Danantara.
Sebelumnya pada 2025, Rosan mengaku keberadaan Danantara memang diharapkan bisa mendorong investasi di dalam negeri. Namun dalam pelaksanaannya, ia mengaku Danantara masih dalam tahapan persiapan sumber daya dan regulasinya.
“Kita (Danantara) akan berinvestasi lebih banyak lagi di 2026. Baik di bidang kesehatan, hilirisasi, chemical, dan lain-lain,” imbuh Rosan.
Dalam kesempatan yang sama, Rosan juga memaparkan realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp1.931,2 triliun pada 2025. Capaian ini setara 101,3% dari target pemerintah dan tumbuh 12,7% secara tahunan. (KR)




