Ribuan Korban Banjir di Bireuen Masih Bertahan di Tenda Darurat
Ringkasan Berita:
Jumlah pengungsi korban banjir di Bireuen akhir November 2025 yang semula mencapai 54.517 jiwa (4.079 KK) kini tersisa sekitar 1.000 jiwa (359 KK) hingga Jumat (6/2/2026).
Para pengungsi tersebar di 28 desa di 7 kecamatan, yakni Kutablang, Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, Jangka, Juli, dan Jeumpa.
Salah satu lokasi pengungsian berada di Meunasah Pante Lhong, Peusangan, dengan sembilan KK (30 jiwa) masih bertahan di tenda darurat karena rumah mereka rusak berat.
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Pengungsi korban banjir pada akhir November lalu mencapai 4.079 kepala keluarga atau 54.517 jiwa.
Data terbaru, hingga Jumat (6/2/2026) jumlah pengungsi korban banjir tersisa 359 kepala keluarga atau 1.000 jiwa lebih.
Jumlah pengungsi tersebut tersebar di 28 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Bireuen yaitu, Kecamatan Kutablang, Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, Jangka, Juli dan Jeumpa.
Salah satunya lokasi pengungsian adalah kompleks Meunasah Pante Lhong, Peusangan, Bireuen.
Di lokasi tersebut, ada beberapa tenda ditempati para korban banjir seluruhnya ada sembilan kepala keluarga dengan jumlah jiwa 30 orang lebih.
Mereka bertahan di tenda karena rumah mereka hancur diterjang banjir bandang akhir November lalu.
Ditenda darurat terdapat tumpukan tas berisi baju, kardus berisi perlengkapan warga dan juga ada kompor, timba, maupun peralatan lainnya.
Para pengungsi mengaku bertahan di tenda karena rumah mereka rusak berat dan ada yang hilang serta masih penuh lumpur.
Puluhan rumah di desa tersebut masih dipenuhi lumpur, terutama halaman rumah, sedangkan dalam rumah umumnya sudah dibersihkan.
Namun, hanya beberapa kamar saja bersih.
Data Rumah Rusak
Keuchik Pante Lhong, Murizal kepada Serambinews.com, Jumat (6/2/2026) mengatakan, sebanyak 318 unit rumah mengalami kerusakan parah atau berat.
Kemudian, ada 45 rumah yang hilang terseret arus sungai.
“Belum lagi, ada puluhan rumah lainnya yang hanya menyisakan pondasinya saja,” terang dia dengan suara
tercekat.
Saat ini katanya, sebagian korban banjir ada yang sudah menempati rumah keluarga, rumah sendiri walaupun berlumpur dan rusak.




