Prospek Positif Pertumbuhan Pasar Properti 2026 Didorong Kebijakan Akomodatif
Sumber Foto: SWA.co.id
Lifestyle

Prospek Positif Pertumbuhan Pasar Properti 2026 Didorong Kebijakan Akomodatif

Bumi Serpong Damai (BSDE) memandang prospek industri properti tahun 2026 tetap kondusif. Hal ini didukung oleh kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, antara lain perpanjangan insentif PPNDTP 100% untuk rumah tapak dan apartemen siap huni hingga Rp5 miliar, serta kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas suku bunga dan relaksasi rasio LTV hingga 100%.

“Kami melihat prospek 2026 tetap positif dengan dukungan kebijakan pemerintah yang suportif. Kombinasi kebijakan fiskal dan moneter. Kami optimistis momentum ini dapat berlanjut dan mendukung pertumbuhan kinerja BSDE secara berkelanjutan,” ujar Direktur BSDE Hermawan Wijaya, Rabu (26/2/2026).

Hermawan menegaskan perseroan selalu berkomitmen menjaga pertumbuhan prapenjualan dengan terus melanjutkan lokasi pengembangan proyek yang tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Semarang, Surabaya dan Balikpapan. Pencapaian prapenjualan sebesar Rp10,04 triliun yang diperoleh oleh PT BSDE sepanjang 2025 ini menjadi angin segar terhadap pertumbuhan sektor properti pada tahun 2026.

“Angka yang diraih oleh perusahaan pada 2025 melampaui target sekaligus mencerminkan pertumbuhan sebesar 3% apabila dibandingkan dengan realisasi pra penjualan tahun 2024 sebesar Rp9,72 triliun. Capaian positif ini menunjukkan minat konsumen yang tetap kuat terhadap produk hunian, khususnya di kawasan kota mandiri yang memiliki fasilitas lengkap dan konektivitas yang baik,” ucapnya.

Dalam memaksimalkan pertumbuhan, BSDE mendorong program pemasaran nasional terbaru bertajuk “Royal Key”. Berbagai keuntungan ditawarkan dalam program Royal Key, antara lain potongan harga hingga 26 persen, subsidi uang muka hingga 15 persen, free BPHTB, free biaya KPA, voucher furniture, hadiah konsumen, hingga voucher elektronik untuk periode tertentu. Produk yang ditawarkan dalam produk Royal Key 2026 tersedia melalui skema hard cash maupun pembiayaan KPR/KPA/KPT Express. Program ini berkolaborasi dengan 22 bank rekanan.

Diversifikasi Portofolio

Sementara itu, Herry Hendarta, Deputy Group CEO Strategic Development & Assets Sinar Mas Land menjelaskan, Sinarmas Land terus berinovasi dalam menghadapi dinamika pasar properti yang berkembang sangat dinamis dengan tetap memperhatikan tren serta kebutuhan konsumen. Strategi bisnis difokuskan pada penguatan kemitraan strategis, pengembangan produk, serta layanan yang inovatif dan berkualitas.

“Diversifikasi portofolio, baik dari sisi produk maupun geografis, yang didukung dengan cadangan lahan luas juga menjadi katalis positif bagi pertumbuhan perusahaan. Ke depan, kami masih melihat prospek yang menjanjikan dari segmen Generasi Milenial dan Gen Z, karena lebih relevan dengan hunian di bawah Rp2 miliaran yang tersebar di seluruh wilayah pengembangan proyek Sinar Mas Land,” ungkapnya.

Selain itu, setiap tahun Sinarmas Land juga menghadirkan national sales program untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mewujudkan kepemilikan properti impian. Dengan berbagai strategi tersebut, perusahaan optimistis dapat terus memberikan kontribusi signifikan bagi industri properti nasional sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk properti yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan.(*)