Pembangunan Pusat Riset Nikel Besar di Morowali, Indonesia
Rencana Pusat Riset Nikel di Morowali
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengumumkan rencana pembangunan pusat riset nikel yang lebih besar di Morowali, Sulawesi Tengah. Saat ini, di Morowali sudah terdapat pusat riset, namun menurut Luhut, perluasan fasilitas tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
Peningkatan Kapasitas Riset
Dalam sebuah program yang disiarkan oleh CNBC Indonesia, Luhut menjelaskan bahwa pusat riset yang akan dibangun di Morowali akan memberikan kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk belajar dan berinovasi dalam bidang nikel. "Kita akan membangun lebih besar lagi. Nanti anak-anak Indonesia kita masukkan ke situ. Itu leapfrog di sana," ujarnya.
Kerjasama Internasional untuk Pengembangan SDM
Luhut juga menyatakan bahwa meskipun Indonesia memiliki SDM yang unggul, implementasi yang mendukung masih diperlukan. Oleh karena itu, pemerintah berencana untuk menggandeng negara-negara maju dalam upaya pengembangan SDM di Indonesia. "Kita konsolidasi semua itu, itu akan power luar biasa," tambahnya.
Menjadi Pusat Pasokan Global
Dengan pengembangan pusat riset ini, Luhut optimis bahwa Indonesia dapat menjadi pemasok utama nikel ke negara-negara seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan China. "Kita akan supply ke Amerika, akan supply juga ke European Union, dan akan supply juga ke Cina. Jadi Indonesia akan jadi center," tegasnya. Untuk mencapai hal ini, pemerintah akan fokus pada efisiensi dalam proses pengembangan industri.




