Pemantauan Siaran Ramadhan MUI: Penurunan Kekerasan Verbal dan Fisik di Televisi
Sumber Foto: Majelis Ulama Indonesia
Hiburan

Pemantauan Siaran Ramadhan MUI: Penurunan Kekerasan Verbal dan Fisik di Televisi

Sentra News Day - Jakarta, MUI Digital — Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali melakukan pemantauan terhadap siaran Ramadhan di sejumlah stasiun televisi nasional.

Pemantauan ini bertujuan menjaga kualitas konten sekaligus mendorong terciptanya suasana yang kondusif selama bulan suci.

Wakil Ketua Komisi Informasi, Komunikasi dan Digital (Infokomdigi) MUI Prof Gun Gun Heryanto menjelaskan bahwa pemantauan siaran Ramadhan merupakan agenda rutin yang telah dilakukan selama 20 tahun.

Kegiatan ini berbasis riset akademik dengan pendekatan data untuk menilai kualitas tayangan.

“Ini adalah kerja akademik yang basisnya data. Kemudian tujuannya baik, untuk menciptakan situasi yang lebih kondusif selama bulan Ramadhan sekaligus mendorong kualitas penyelenggaraan siaran Ramadhan agar lebih baik dari tahun ke tahun,” ujar Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN Jakarta ini dalam pemaparan hasil pantauan 10 hari pertama Ramadhan pada acara Ekpose Publik Hasil Pemantauan Siaran Ramadhan 1447 H di Aula Buya Hamka, Kantor MUI, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).

Baca juga: Temuan Pantauan Ramadhan MUI 10 Hari Pertama: Indikasi Pelanggaran Program Trans TV dan Trans7

Pada tahun ini, MUI melibatkan 32 pemantau yang terdiri dari kalangan akademisi, praktisi, serta unsur komisi dan badan lembaga di lingkungan MUI. Mereka memantau 16 stasiun televisi, dengan masing-masing stasiun dipantau oleh dua orang untuk menjaga objektivitas penilaian.

Pemantauan difokuskan pada program prime time, yakni tayangan menjelang berbuka puasa pukul 17.00–20.00 serta program sahur pukul 03.00–05.00.

Prof Gun Gun menjelaskan, hasil pemantauan menghasilkan tiga bentuk keluaran utama, yaitu apresiasi, evaluasi, dan rekomendasi.

“Output pemantauan ada tiga. Pertama apresiasi terhadap program yang menunjukkan peningkatan kualitas dari tahun ke tahun. Kedua evaluasi terhadap tayangan yang masih memiliki kekurangan. Ketiga rekomendasi, ini kemudian yang kita bisa sebut tujuan kita memantau, mengapresiasi, mengevaluasi, dan merekomendasikan perbaikan-perbaikan,” jelasnya.

Berdasarkan tren pemantauan lima tahun terakhir, MUI melihat adanya perbaikan dalam sejumlah aspek tayangan Ramadhan. Misalnya penurunan kasus kekerasan fisik dan kekerasan verbal dalam program televisi.

Selain itu, eksploitasi anak dalam tayangan Ramadhan pada tahun ini juga tidak ditemukan.

“Eksploitasi anak sekarang zero di temuan siaran Ramadhan. Kekerasan fisik juga turun signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya,” katanya.

Baca juga: Temuan Pantauan MUI: Nihil Eksploitasi Anak tapi Masih Ada Kekerasan Verbal

Meski demikian, MUI masih menemukan beberapa catatan, seperti kecenderungan kekerasan verbal dalam program komedi, serta beberapa kekeliruan dalam penulisan istilah keagamaan.

Prof Gun Gun menegaskan bahwa pemantauan ini merupakan bagian dari upaya mendorong misi profetik media, yakni menghadirkan siaran yang tidak hanya menghibur tetapi juga membawa nilai dakwah dan edukasi bagi masyarakat.

“Media punya pengaruh besar dalam membentuk persepsi masyarakat. Karena itu, siaran Ramadhan diharapkan tidak sekadar hiburan, tetapi juga membawa misi dakwah dan nilai profetik,” ujarnya.

Hasil pemantauan ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar pemberian apresiasi kepada program-program televisi yang dinilai berkualitas dalam Anugerah Syiar Ramadhan.

Bagikan:

Berita Lain

Berita

Timwas Haji DPR Ingatkan Kerawanan Armuzna, Koordinasi Petug...

Selasa, 26 Mei 2026 | 00.01 WIB

Berita

Musyrif Diny: Sistem Penyembelihan hingga Distribusi Dam di...

Senin, 25 Mei 2026 | 23.04 WIB

Berita

Jelang Wukuf, Kiai Cholil Titip Doa untuk Kedamaian dan Kese...

Senin, 25 Mei 2026 | 21.25 WIB

Berita

MUI dan Kemenag Gelar Istighatsah, Doakan Kelancaran Haji 20...

Senin, 25 Mei 2026 | 19.54 WIB

Berita

Puncak Haji Dimulai, Jamaah Sudah Mulai Bergerak ke Arafah

Senin, 25 Mei 2026 | 18.00 WIB

Berita

Tinjau Adahi, Tim Musyrif Diny Pastikan Penyembelihan Dam Ja...

Senin, 25 Mei 2026 | 17.31 WIB

Berita

Video Ben-Gvir Siksa Aktivis Bongkar Hasbara Israel di Mata...

Senin, 25 Mei 2026 | 14.00 WIB

Berita

Imam Masjidil Haram Sebut Pelayanan Haji Saudi Jadi Teladan...

Senin, 25 Mei 2026 | 13.15 WIB

Berita

AS Jatuhkan Sanksi Sepihak kepada Aktivis Flotilla Gaza

Senin, 25 Mei 2026 | 12.00 WIB

Berita

Musyrif Diny Prof Niam: Petugas Haji Bisa Dapatkan Keringana...

Ahad, 24 Mei 2026 | 21.00 WIB