Pabedilan dan Losari Tetap Jadi Sentra Bawang Merah di Cirebon 2025
Cirebon (ANTARA) - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat dua kecamatan, yakni Pabedilan dan Losari, masih menjadi sentra utama produksi bawang merah di daerah tersebut pada 2025.
Kepala Distan Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya di Cirebon, Kamis, mengatakan kedua wilayah tersebut tetap menjadi kontributor terbesar dalam menopang produksi bawang merah.
Menurut dia, keberadaan sentra produksi di dua kecamatan tersebut menunjukkan basis komoditas bawang merah di Cirebon masih cukup kuat.
Secara rinci, pihaknya mendata Kecamatan Pabedilan mencatat produksi 7.170 ton pada 2025, turun dari 8.723 ton pada 2024, sedangkan Losari meningkat dari 8.260 ton menjadi 8.562 ton.
Kecamatan lain seperti Pabuaran dan Babakan juga mencatatkan kenaikan produksi, masing-masing dari 4.350 ton menjadi 4.930 ton dan dari 1.632 ton menjadi 2.952 ton.
“Data sektor pertanian mencatat total produksi bawang merah di Kabupaten Cirebon pada 2025 mencapai 30.665 ton, sedikit menurun dibandingkan 2024 yang sebesar 32.094 ton,” katanya.
Ia mengakui meski dua kecamatan itu masih menjadi daerah sentra bawang merah, namun panen yang masih bertumpu pada wilayah tertentu bisa berdampak pada total produksi di tingkat kabupaten.
Selain itu, Deni menyebut tingginya biaya produksi, faktor cuaca, serangan hama dan kebutuhan air turut memengaruhi kinerja usaha tani.
Kendati begitu, Distan menilai komoditas bawang merah di Kabupaten Cirebon masih memiliki peluang untuk dikembangkan.
Pihaknya pun mendorong penguatan pada proses pascapanen, termasuk pengembangan infrastruktur penyimpanan serta fasilitas pengolahan hasil.
Selain itu, Deni mengatakan pemerintah daerah selalu mengarahkan pengembangan hilirisasi melalui produk turunan seperti bawang goreng dan bawang iris kering guna meningkatkan nilai tambah untuk petani.
“Kalau hasil panen segar diolah, maka daya tahan lebih lama dan nilai ekonominya meningkat,” ujarnya.




