Mahasiswa UMM Laksanakan Program Daur Ulang dan Edukasi Lingkungan di Malangsuko
Sumber Foto: Kompasiana.com
Sosial

Mahasiswa UMM Laksanakan Program Daur Ulang dan Edukasi Lingkungan di Malangsuko

Malang, Agustus 2025 -- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) "Berdampak" Semester Genap 2025/2026, sukses melaksanakan rangkaian kegiatan bertema "Gerakan Peduli Lingkungan Sosial, Memanfaatkan dan Daur Ulang Sampah" di Desa Malangsuko, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Program ini berlangsung selama satu bulan, mulai 21 Juli hingga 19 Agustus 2025, dengan melibatkan mahasiswa dan masyarakat desa secara aktif.

Koordinator kelompok, Mochammad Fada Malik, bersama anggota timnya Riordan Rensa Pradana, Rafli Raditya Firdaus, Muhammad Azril Isra Rifasha, dan Roy Sanofa Fatony, merancang program ini sebagai jawaban atas permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait rendahnya kesadaran dalam memilah serta mengelola sampah organik maupun anorganik.

Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Dalam pelaksanaannya, kelompok mahasiswa ini menjalankan berbagai program kerja, mulai dari edukasi pengelolaan sampah di SDN 01 Malangsuko, edukasi dan motivasi untuk anak-anak panti asuhan, hingga penyediaan tempat sampah di area Waduk Embung. Tak hanya itu, mereka juga memberikan bibit ikan kepada pengelola waduk sebagai langkah mendukung ekosistem dan semangat masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya air secara berkelanjutan.

"Sejak dini, anak-anak perlu diberi pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dengan begitu, kesadaran mereka akan terbawa hingga dewasa," ungkap M. Fada Malik.

Kegiatan Sosial dan Kolaborasi

Selain fokus pada isu lingkungan, mahasiswa UMM juga aktif dalam kegiatan sosial, seperti kerja bakti bersama warga di RT 14, pemberian motivasi kepada anak-anak yatim piatu, hingga kegiatan senam rutin bersama ibu-ibu PKK. Program penanaman bibit pohon bersama mahasiswa dari Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM) menjadi salah satu momen kolaborasi yang memperkuat kebersamaan antarperguruan tinggi dalam mewujudkan lingkungan yang lebih hijau.

Kendala dan Dukungan

Selama program berlangsung, kelompok mahasiswa menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan waktu untuk edukasi, minimnya fasilitas pendukung, serta kendala teknis dalam publikasi artikel ke media massa. Namun, dukungan penuh dari pihak desa, sekolah, dan masyarakat menjadi faktor penting yang membuat program berjalan lancar.

Kepala Desa Malangsuko, Mochammad Soleh, Amd, mengapresiasi program ini karena memberikan dampak positif nyata bagi warganya. "Mahasiswa tidak hanya hadir memberikan ilmu, tetapi juga membaur dan bekerja sama dengan masyarakat. Ini sangat bermanfaat," ujarnya.