Mahasiswa Ubah Hobi Kerajinan Tangan Jadi Peluang Bisnis Online
Sentra News Day - Dari hobi menjadi ide startup
Produk buatan tangan dibuat sepenuhnya dengan tangan, tidak seperti barang produksi massal; setiap barang buatan tangan memiliki ciri khas unik dari pembuatnya. Dalam dua tahun terakhir, banyak mahasiswa dari Universitas Pendidikan dan Universitas Ekonomi dan Administrasi Bisnis (Universitas Thai Nguyen) mulai mencoba menjual produk buatan tangan di media sosial.
Barang-barang yang paling populer saat ini adalah bunga wol, gelang, gantungan kunci kain, kartu dekoratif, dan lilin aromaterapi. Daya tarik model bisnis ini terletak pada investasi awal yang relatif rendah, mulai dari beberapa ratus ribu hingga beberapa juta dong untuk bahan dan peralatan. Tidak diperlukan toko atau gudang besar; banyak mahasiswa memanfaatkan kamar sewaan atau asrama mereka sebagai ruang produksi dan pengemasan. Penjualan terutama dilakukan melalui platform media sosial seperti Facebook, TikTok, atau situs e-commerce.
Nguyen Thu Trang (21 tahun), seorang mahasiswa tahun ketiga jurusan Pemasaran di Universitas Ekonomi dan Administrasi Bisnis (Universitas Thai Nguyen), adalah salah satu mahasiswa yang saat ini menjalankan bisnis produk kerajinan tangan. Thu Trang mulai menjual bunga wol dan gantungan kunci bordir buatan tangan pada awal tahun 2024.
Thu Trang berbagi: "Awalnya, saya hanya merajut untuk dijadikan hadiah bagi teman-teman. Kemudian banyak orang meminta untuk membelinya, jadi saya mencoba menjualnya secara online. Saya menghabiskan sekitar 1,2 juta VND untuk membeli benang, jarum rajut, dan beberapa aksesoris kemasan. Saya juga sering mengunggah video proses merajut dan produk jadi di TikTok untuk menarik pelanggan."
Produk-produk Thu Trang cukup beragam, mulai dari gantungan kunci kecil seharga sekitar 25.000 - 40.000 VND hingga buket bunga wol buatan tangan atau boneka binatang seharga 120.000 - 300.000 VND.
Contoh lain dari seseorang yang menjalankan bisnis lilin aromaterapi buatan tangan adalah Nguyen Minh Duc, seorang mahasiswa Teknologi Informasi di Universitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (Universitas Thai Nguyen). Minh Duc mengatakan: "Pelanggan saya sebagian besar adalah mahasiswa. Mereka menyukai hadiah kecil yang dapat dipersonalisasi, seperti lilin yang diukir dengan nama atau desain khusus."
Peluang dan tantangan
Menurut para ahli, bisnis kerajinan tangan merupakan model yang cocok untuk mahasiswa karena membutuhkan modal rendah dan dapat dimulai dalam skala kecil. Namun, untuk pembangunan berkelanjutan, mahasiswa perlu memperoleh banyak keterampilan yang dibutuhkan.
Bapak Tran Duc Hanh, Ketua Asosiasi Usaha Kecil dan Menengah Thai Nguyen, menyatakan: "Kekuatan siswa terletak pada kreativitas dan kemampuan mereka untuk dengan cepat memahami tren. Jika mereka tahu cara memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk mereka, mereka pasti dapat mengembangkan model bisnis kerajinan tangan menjadi sumber pendapatan yang stabil."
Namun, tantangan terbesar bagi mahasiswa adalah menyeimbangkan studi dan bisnis mereka. Membuat produk buatan tangan seringkali memakan waktu, membutuhkan kesabaran dan perhatian yang cermat terhadap detail. Selain itu, pasar produk buatan tangan semakin kompetitif dengan munculnya banyak toko online. Jika suatu produk kurang unik atau gagal mengikuti tren, penjualan akan sulit. Mahasiswa perlu fokus pada keterampilan seperti perencanaan bisnis, manajemen keuangan, dan personal branding karena kewirausahaan bukan hanya tentang menciptakan produk yang indah, tetapi juga tentang mengetahui cara mendistribusikan produk tersebut kepada pelanggan.
Dalam konteks pasar e-commerce yang berkembang pesat, peluang untuk produk buatan tangan oleh mahasiswa semakin meluas. Dari barang-barang kecil hasil kerajinan tangan, banyak anak muda secara bertahap membangun perjalanan kewirausahaan mereka sendiri yang kreatif dan menjanjikan.




