Kontroversi Gol Troilo dan Cedera Loftus-Cheek Warnai Laga Milan vs Parma
Sentra News Day - MILAN, jakrev.com – Keputusan wasit Marco Piccinini dalam laga AC Milan kontra Parma di San Siro, Senin (23/2/2026) WIB, terus menuai sorotan teknis.
Gol tunggal kemenangan Parma yang dicetak oleh Troilo memicu perdebatan mengenai penerapan aturan obstruction dan pelanggaran dalam proses build-up serangan.
Mantan wasit Serie A, Dino Tommasi melalui tinjauan Open VAR, memberikan evaluasi mendalam terkait tiga insiden krusial yang merugikan tuan rumah.
Evaluasi Intervensi VAR pada Gol Troilo
Milan mengajukan keberatan atas posisi Valenti yang dianggap menghalangi pergerakan kiper Mike Maignan. Namun, Tommasi menilai keputusan awal Piccinini yang menganulir gol tersebut justru merupakan kekeliruan yang berhasil dikoreksi oleh VAR.
“Secara teknis, Valenti tidak melakukan gerakan aktif menuju Maignan. Dia berada di posisinya, dan tidak ada pelanggaran berdasarkan aturan Pasal 12,” jelas Tommasi dikutip dari Football Italia pada Rabu (25/2/2026).
Tinjauan ini juga mematahkan klaim pelanggaran Troilo terhadap Bartesaghi. Menurut laporan teknisnya, kontak fisik yang terjadi merupakan “gerakan fisiologis” saat pemain memenangkan duel udara secara bersih.
Laporan Medis: Fraktur Alveolar Ruben Loftus-Cheek
Selain kerugian poin, inventarisasi skuat AC Milan juga terganggu dengan cedera serius yang menimpa Ruben Loftus-Cheek. Gelandang asal Inggris tersebut mengalami benturan keras dengan kiper Parma, Corvi.
Berdasarkan laporan medis pasca-pertandingan, Loftus-Cheek didiagnosis menderita patah tulang alveolar (tulang penyangga gigi). Kondisi ini memaksa sang pemain segera menjalani prosedur pembedahan atau operasi.
Meskipun dampaknya sangat merugikan bagi ketersediaan pemain Milan, Tommasi menegaskan bahwa secara teknis perwasitan, insiden tersebut murni kecelakaan kerja (accidental clash) dan bukan merupakan pelanggaran kartu.
Transparansi Keputusan Lapangan
Tommasi menekankan bahwa penggunaan teknologi VAR dalam laga ini telah menjalankan fungsinya untuk menegakkan keadilan, meskipun hasil akhirnya tetap menjadi subjek diskusi panjang bagi analis sepakbola Italia seperti Luca Marelli.
Bagi manajemen AC Milan, kekalahan ini tidak hanya menjadi evaluasi di papan klasemen, tetapi juga menambah daftar panjang absensi pemain akibat cedera fisik yang memerlukan masa pemulihan intensif.
AC Milan Kontroversial Liga Italia Parma Sepak Bola Sepakbola Serie A
Feb 25, 2026
Facebook X Share via Email Print
Facebook X Share via Email Print




