Ketua Perwakilan Komnas HAM Wilayah Papua, Frits Ramandey.
JAYAPURA – Ketua Perwakilan Komnas HAM Wilayah Papua, Frits Ramandey, menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan tugas Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 dengan menekankan pentingnya pendekatan humanis, dialogis, serta berbasis penghormatan hak asasi manusia.
Menurut Frits, kondisi sosial di Papua memiliki karakteristik kultural yang kuat. Karena itu, langkah pengamanan harus disertai komunikasi terbuka dan upaya membangun kepercayaan publik.
“Pendekatan keamanan harus berjalan beriringan dengan pendekatan sosial. Komunikasi yang intensif dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan pemuda menjadi kunci agar setiap kebijakan dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, komunikasi yang efektif bukan sekadar menyampaikan pesan, melainkan memastikan pesan tersebut benar-benar dipahami dan diterima masyarakat.
Ketika masyarakat merasa dilibatkan dan didengar, partisipasi aktif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban akan tumbuh secara alami.
Selain itu, Frits juga menyoroti pentingnya menjaga prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.
Dengan mengedepankan dialog serta penghormatan terhadap martabat manusia, ia optimistis situasi keamanan di Papua dapat terus terjaga secara kondusif.
Ia berharap pelaksanaan Operasi Damai Cartenz 2026 tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga mampu memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat guna mendukung pembangunan serta peningkatan kesejahteraan di Tanah Papua.
“Keamanan yang berkelanjutan lahir dari kepercayaan. Ketika masyarakat dan aparat berjalan bersama, maka stabilitas akan semakin kokoh,” ujarnya.