KKN UNIKMA di Huntara Cibeunying: Kolaborasi untuk Pemulihan Sosial dan Lingkungan
Sentra News Day - Unikma.ac.id – Pada Jumat, 13 Februari 2026, Universitas Komputama Majenang (UNIKMA) merencanakan akan melaksanakan Penarikan Serentak kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertempat di Hunian Sementara (Huntara) Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan dirancang sebagai momentum penguatan nilai pengabdian melalui kerja bhakti, penanaman pohon peneduh, serta penanaman bibit cabai yang dilakukan secara kolaboratif antara mahasiswa KKN dan warga setempat.
Huntara Cibeunying sendiri merupakan kawasan hunian sementara bagi warga terdampak bencana alam tanah longsor yang terjadi beberapa bulan sebelumnya. Oleh karena itu, penarikan KKN ini dimaknai sebagai penutup program yang sarat refleksi sosial, kepedulian lingkungan, dan penguatan ketahanan masyarakat.
KKN sebagai Pembelajaran Sosial Kontekstual
Kuliah Kerja Nyata merupakan wujud konkret dari experiential learning, di mana mahasiswa belajar langsung dari realitas sosial yang dihadapi masyarakat. Dalam konteks kebencanaan, KKN menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan empati, kepemimpinan sosial, serta kemampuan mahasiswa dalam merespons persoalan nyata di tingkat komunitas.
Kolb & Kolb (2021) menegaskan bahwa “ experiential learning that integrates action and reflection fosters deeper cognitive, social, and moral development among learners. ”
Pendekatan ini tercermin dalam aktivitas mahasiswa KKN UNIKMA yang tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra belajar bagi masyarakat Huntara.
Huntara Cibeunying: Ruang Pemulihan dan Edukasi Sosial
Huntara Cibeunying tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga menjadi ruang pemulihan sosial dan ekologis. Keberadaan mahasiswa KKN selama program berlangsung menghadirkan dinamika positif melalui interaksi sosial, pendampingan warga, dan aksi nyata di lapangan.
Melalui kegiatan kerja bhakti, mahasiswa dan warga bersama-sama membersihkan lingkungan Huntara, memperbaiki fasilitas umum, serta membangun kebiasaan gotong royong yang menjadi modal sosial penting pascabencana.
Penanaman Pohon Peneduh: Investasi Lingkungan Jangka Panjang
Kegiatan penanaman pohon peneduh memiliki nilai strategis dalam konteks pemulihan lingkungan pasca longsor. Pohon peneduh berfungsi menjaga kestabilan tanah, memperbaiki kualitas udara, serta menciptakan lingkungan hunian yang lebih nyaman dan sehat bagi warga Huntara.
Penelitian oleh Nguyen et al. (2022) menunjukkan bahwa partisipasi komunitas dalam rehabilitasi lingkungan pascabencana meningkatkan resiliensi sosial sekaligus mempercepat pemulihan ekologis. Dengan melibatkan mahasiswa dan warga secara langsung, kegiatan ini menjadi sarana edukasi lingkungan yang aplikatif dan berkelanjutan.
Penanaman Bibit Cabai sebagai Penguatan Ketahanan Pangan
Selain aspek ekologis, penarikan KKN UNIKMA juga menekankan dimensi ketahanan pangan keluarga melalui penanaman bibit cabai di sekitar Huntara. Cabai dipilih karena bersifat ekonomis, mudah dibudidayakan, dan relevan dengan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Kegiatan ini sejalan dengan temuan Lee & Park (2023) yang menyatakan bahwa urban and community gardening initiatives contribute significantly to food security, psychological well-being, and community resilience. Penanaman cabai menjadi simbol bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berbicara tentang tempat tinggal, tetapi juga keberlanjutan hidup masyarakat.
Makna Kolaborasi Mahasiswa dan Warga
Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan warga dalam kerja bhakti, penanaman pohon peneduh, serta penanaman bibit cabai mencerminkan praktik community empowerment. Jeffs & Smith (2019) menekankan bahwa keterlibatan aktif generasi muda dalam aksi sosial memperkuat rasa kepemilikan dan kepercayaan diri komunitas dalam menghadapi tantangan masa depan.
Dalam konteks ini, mahasiswa tidak hadir sebagai “pengajar”, melainkan sebagai mitra masyarakat yang belajar bersama, bekerja bersama, dan tumbuh bersama.
Penarikan Serentak KKN UNIKMA pada 13 Februari 2026 di Huntara Desa Cibeunying menjadi penanda bahwa pengabdian mahasiswa tidak berhenti pada pelaksanaan program semata. Melalui kerja bhakti, penanaman pohon peneduh, dan penanaman bibit cabai, kegiatan ini menegaskan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial, lingkungan, dan kemanusiaan.
Momentum ini sekaligus menjadi refleksi bahwa pendidikan tinggi sejatinya hadir untuk menyatu dengan masyarakat, menanam kepedulian, menumbuhkan harapan, dan memanen keberlanjutan.
Penulis: Eko Sutrisno, M.Pd, dosen Universitas Komputama (UNIKMA), Cilacap, Jawa Tengah
Editor: Muhamad Ridlo
2. Nguyen, P. T., et al. (2022). Community Engagement and Environmental Recovery after Natural Disasters. International Journal of Disaster Risk Reduction.
3. Lee, J., & Park, S. (2023). Community Gardening and Food Security in Post-Disaster Areas. Journal of Environmental Education.




