Kementan Pastikan Stok Cabai Aman Menyambut Ramadan dan Idulfitri
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Muh. Agung Sunusi, melaporkan bahwa dari hasil kunjungan lapangan di sentra utama, khususnya Garut, Sumedang, Bandung, serta Lombok Timur, menunjukkan bahwa pertanaman cabai secara umum tumbuh sehat dan panen tetap berlangsung meskipun menghadapi tantangan anomali iklim dan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
“Stok cabai di sentra utama terpantau aman dan produksi terus berjalan. Pemerintah memastikan tidak ada gangguan signifikan terhadap pasokan hingga hari raya Idulfitri,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipatif dan tindak lanjut, Kementan telah melaksanakan rapat koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah sentra, Badan Pangan Nasional, asosiasi petani, serta champion cabai. Koordinasi difokuskan pada penguatan produksi, kelancaran distribusi antarwilayah, serta sosialisasi Harga Acuan Produsen (HAP) sebagai instrumen stabilisasi harga.
Tidak hanya itu, sebagai bentuk aksi nyata di lapangan, para champion cabai dan mitra yg bernaung di Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) telah berkomitmen melaksanakan gelar pasar cabai dengan harga jauh lebih murah dari tingkat eceran pasar di wilayah sentra masing-masing. Langkah ini bertujuan menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen sekaligus memastikan petani tetap memperoleh harga yang adil.
“Kami para champion cabai di berbagai sentra produksi berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasokan dan kualitas produksi. Namun di sisi lain, harga di tingkat petani juga harus memberikan margin yang layak agar usaha tani tetap berkelanjutan. Harga yang wajar bukan hanya melindungi petani, tetapi juga menjamin keberlanjutan pasokan nasional,” jelas Ardi yang merupakan Ketua ACCI.




