Kegiatan Keseharian Residen di Sentra Insyaf Medan
Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Sumatera Utara. Salah satu mahasiswa, Todo Anugrah Simbolon, bersama dua rekannya, menjalani PKL di Sentra Insyaf Medan selama kurang lebih tiga bulan, dari 11 Maret 2022 hingga 10 Juni 2022. Sentra Insyaf adalah lembaga rehabilitasi yang fokus pada penanganan korban penyalahgunaan NAPZA dan berada di bawah naungan Kementerian Sosial RI.
Terletak di Jalan Berdikari Nomor 37, Desa Lau Bekeri, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Sentra Insyaf dipilih karena lokasinya yang jauh dari keramaian kota, yang dianggap ideal untuk proses rehabilitasi. Setelah mendapatkan izin dari pihak Sentra Insyaf, Todo dan rekannya disambut oleh Sandy Kurniawan, seorang pekerja sosial, yang memberikan penjelasan mengenai kegiatan, aturan, dan fasilitas yang ada di sana.
Kegiatan Pagi di Sentra Insyaf
Di hari pertama, Todo dan rekannya terkejut melihat para residen sudah berkumpul di halaman untuk melakukan Senam Pagi, yang diadakan setiap hari Jumat pukul 08.30 WIB. Kegiatan harian para residen dimulai dengan 'Start Morning Wake Up Call' pada pukul 04.30 WIB, di mana residen saling membangunkan satu sama lain. Setelah itu, mereka melaksanakan Sholat Subuh dan kembali tidur hingga pukul 06.30 WIB untuk melakukan kegiatan bersih-bersih wilayah rumah.
Setelah membersihkan area, para residen diberikan tanggung jawab seperti memberi makan hewan peliharaan dan menyiapkan sarapan. Kegiatan bersih-bersih diakhiri dengan waktu mandi yang dijadwalkan pukul 07.30 WIB, dan sarapan berlangsung pukul 08.00 WIB di ruang makan.
Kegiatan Siang dan Malam
Setelah sarapan, residen memiliki waktu istirahat yang diisi dengan pemberian Nikotine dan Suffer dari Kementerian Sosial. Kegiatan selanjutnya adalah 'Morning Briefing' pada pukul 09.00 WIB, di mana residen berkumpul untuk berbagi perasaan dan membahas permasalahan yang dihadapi. Selain itu, mereka juga menerima Nikotine dan Suffer sebelum melaksanakan Sholat Dzuhur pada pukul 11.45 WIB dan makan siang pada pukul 13.30 WIB.
Setelah makan siang, residen melanjutkan kegiatan bersih-bersih dan tidur siang atau menghadiri seminar edukasi mengenai bahaya narkoba. Kegiatan olahraga juga dilakukan pada sore hari untuk melatih motorik dan memberikan terapi. Kegiatan harian ditutup dengan Sholat Maghrib, makan malam, dan 'Wrap Up Night' sebelum waktu tidur.
Proses Intervensi di Sentra Insyaf
PKL ini bertujuan untuk mengasah kemampuan praktikan dalam melakukan intervensi. Salah satu tahapan yang dilalui adalah engagement, di mana praktikan berkenalan dengan residen. Kemudian dilanjutkan dengan assessment untuk menggali masalah yang dihadapi residen.
Setelah melakukan analisis, praktikan merumuskan rencana konseling, khususnya untuk residen berinisial CB yang memiliki latar belakang keluarga yang tidak utuh. Melalui konseling, CB diharapkan bisa menemukan jati dirinya kembali. Setelah beberapa sesi, terlihat perubahan positif dalam diri CB, yang mulai menerima keadaan dan tidak lagi murung.
Akhirnya, setelah melalui proses konseling yang efektif, praktikan menyudahi sesi tersebut dengan harapan CB dapat hidup lebih baik setelah keluar dari rehabilitasi. Todo dan rekannya mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan menjalani PKL di Sentra Insyaf dan berterima kasih kepada seluruh staf yang telah mendukung kegiatan mereka.
Melalui pengalaman ini, diharapkan pembaca dapat memahami pentingnya rehabilitasi dan mencegah penyalahgunaan narkoba, karena dampak dari narkoba sangat berbahaya dan dapat mengubah hidup seseorang.




