Kacang Hijau: Komoditas Pertanian Unggulan dan Potensi Ekspor di Jawa Barat
Sumber Foto: Desk Jabar
Sentra Utama

Kacang Hijau: Komoditas Pertanian Unggulan dan Potensi Ekspor di Jawa Barat

DESKJABAR – Usaha pertanian produksi kacang hijau termasuk usaha potensial di Jawa Barat. Walau belum menjadi penghasil utama di Indonesia, namun banyak kondisi tanah di Jawa Barat cocok untuk budidaya kacang hijau, berikut gambaran harga panen, dimana Garut jadi sentra utara.

Informasi dari Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian menyebutkan, selain konsumsi nabati, juga memiliki manfaat kesehatan. Konsumsi kacang hijau bermanfaat untuk mengurangi resiko penyakit kronis, seperti mengurangi kadar kolesterol jahat, mengurangi tekanan darah, menjaga kesehatan pencernaan, serta antioksidan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Dr Ir Dadan Hidayat MSi, di Bandung, Selasa, 29 Agustus 2023 kepada DeskJabar, menyebutkan, sentra produksi kacang hijau di Jawa Barat kondisinya menyebar. Karakteristik budidaya kacang tanah untuk lahan sangat cocok di sawah akhir musim tanam ke-2.

Disebutkan, produksi kacang hijau di Jawa Barat adalah di Garut (496 ha), Cianjur (42 ha), Sumedang (28 ha), Sukabumi (13 ha), Purwakarta (13 ha), Banjar (9 ha), dan Bogor (1 ha).

Ekspor kacang hijau

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor kacang hijau tujuan negara Cina sebanyak 1.000 ton, pada Senin, 28 Agustus 2023. Menteri Pertanian mengklaim, bahwa ekspor kacang hijau merupakan salah satu bukti sektor pertanian tangguh meskipun dihadapkan tantangan global seperti El Nino.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi menambahkan luas tanam kacang hijau rata-rata setahun sebesar 140 ribu ha dengan produksi 230 ribu ton.

Umur panen kacang hijau adalah 2 bulan dengan provitas 1,5 ton/ha. Biaya produksi relatif murah Rp 2 sampai 5 juta/ha, sebagai selingan setelah tanam padi di saat musim kering dengan harga jual di petani Rp 15.000/kg.