Jumlah Pengungsi Banjir Makassar Mencapai 878 Jiwa
Sumber Foto: Kompas.com
Internasional

Jumlah Pengungsi Banjir Makassar Mencapai 878 Jiwa

KOMPAS.com - Jumlah pengungsi banjir di Kota Makassar akibat hujan deras yang melanda wilayah tersebut terus bertambah.

Tim Reaksi Cepat BPBD Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar mencatat jumlah pengungsi banjir Makassar bertambah menjadi 878 jiwa.

Jumlah pengungsi tersebut terdiri dari 239 kepala keluarga yang tersebar di 15 titik pengungsian.

"Titik pengungsian tersebar di beberapa tempat seperti masjid, sekolah hingga posyandu," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Fadli Tahir di Makassar, Kamis (26/2/2026).

Banjir Bandang Terjang Sitaro di Sulut, 11 Tewas, Sejumlah Warga Hilang

Artikel Kompas.id

BPBD Makassar sejak awal telah menerjunkan seluruh personel TRC di titik-titik terdampak untuk memastikan keselamatan warga, melakukan evakuasi, hingga memastikan tidak ada korban jiwa.

Hingga saat ini, kata Fadli, situasi secara umum aman dan terkendali, namun masyarakat tetap diimbau untuk waspada dan menghindari jalur dengan genangan tinggi.

Sementara itu Balai Besar Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) wilayah IV Makassar merilis potensi curah hujan tinggi di wilayah Sulawesi Selatan yang prakiraan berlangsung sejak 24 Februari hingga 1 Maret 2026.

Gubernur Sulsel kirim Tim Tagana untuk bantu korban banjir

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menurunkan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) provinsi untuk bantu korban banjir di Kota Makassar.

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan Tim Tagana Provinsi Sulsel diterjunkan untuk mendukung Tagana Kota Makassar.

Hal ini dilakukan untuk dapat menjangkau warga terdampak di beberapa lokasi banjir, khususnya di Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea.

“Dinas Sosial Provinsi melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Makassar turun langsung membantu penanganan banjir. Tim Tagana Provinsi mensupport Tagana Kota Makassar untuk menjangkau para korban terdampak,” kata Andi Sudirman, dikutip dari Antara, Kamis (26/2/2026).

Tim Tagana Provinsi Sulsel akan membantu evakuasi dan pelayanan warga terdampak, hingga mendirikan tenda pengungsian untuk memenuhi kebutuhan darurat masyarakat.

Salah satu tenda didirikan di wilayah Blok 10 Antang sebagai lokasi penampungan sementara bagi warga yang terdampak.

Berdasarkan laporan kegiatan Tim Dinas Sosial dan Tagana Sulsel dalam penanganan banjir Makassar per tanggal 24 Februari 2026, sejumlah langkah telah dilakukan di lapangan.

Di antaranya adalah pemasangan tenda serbaguna, distribusi logistik ke dapur umum dan posko pengungsian, serta koordinasi penanganan pengungsi bersama Dinas Sosial Kota Makassar.

Tim Pemprov akan terus berkoordinasi dengan Pemkot Makassar dan seluruh pihak terkait untuk memastikan penanganan korban banjir berjalan optimal.