Jateng Perkuat Ketahanan Pangan dan Inflasi Melalui Produksi Cabai
Magelang, Lingkartv.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menegaskan peran strategis provinsi ini sebagai salah satu sentra utama cabai nasional.
Dengan kontribusi mencapai 15,9 persen terhadap produksi nasional, Jateng menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi.
Dalam agenda Gerakan Petani Peduli Inflasi Komoditas Cabai di Desa Banyusidi, Kabupaten Magelang, pada Senin (22/9/2025), Luthfi mengungkapkan bahwa 2.000 petani cabai di wilayah tersebut menggarap lahan seluas 400 hektare dengan potensi nilai panen mencapai Rp4,2 miliar.
“Artinya, ini cukup dalam rangka ketahanan pangan untuk para petani kita, khususnya cabai,” kata Luthfi.
Untuk mendukung para petani, Luthfi menyebutkan bahwa pemerintah provinsi mempermudah akses kredit melalui BPR dan BUMD (Jawa Tengah Agro Berdikari).
Selain itu, PT BPR BKK Jateng juga secara rutin menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada petani cabai.
Ia menekankan pentingnya menjaga harga cabai agar tetap menguntungkan petani, sekaligus menekan inflasi.
Harap Produksi Cabai Surplus, Hindari Inflasi
Sementara itu, Muhammad Agung Sanusi, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementan, mengonfirmasi bahwa Kecamatan Pakis merupakan salah satu sentra cabai nasional.
Cabai yang dihasilkan di daerah ini terkenal lebih pedas dan tahan lama.
“Dari lokasi ini, kita harapkan tercipta surplus yang bisa menyuplai wilayah-wilayah defisit. Koordinasi antar-daerah terus dilakukan agar pasokan terjaga dan inflasi bisa dikendalikan,” jelasnya.
Upaya ini juga didukung oleh keberadaan Champion Cabai Indonesia, sebuah kelompok petani dari 22 kabupaten yang aktif mengatur pola tanam dan pasokan.
Di sisi lain, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jateng, Rahmat Dwisaputra, memastikan harga cabai di Jateng terkendali, berada di angka Rp50 ribu per kilogram.
Bahkan, cabai keriting dan cabai rawit sempat berkontribusi terhadap deflasi pada Agustus 2025. Menurutnya, capaian ini berkat kerja sama petani dan strategi pengendalian harga yang efektif.




