Jakarta Selatan Menguasai 40% Pasokan Ritel di Ibu Kota
Sumber Foto: detikcom
Lifestyle

Jakarta Selatan Menguasai 40% Pasokan Ritel di Ibu Kota

Jakarta -

Total pasokan ritel di Jakarta mengalami peningkatan 1 persen sekitar 4,3 juta meter persegi pada akhir 2025. Dengan muncul 2 mal baru di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Berdasarkan data Jakarta Property Highlight paruh kedua 2025, sebaran retail terbesar di Jakarta berada di Jakarta Selatan sekitar 40 persen. Jakarta Utara dan Jakarta Barat juga banyak ditemukan retail, terutama mall sekitar 18 persen. Jakarta Pusat hanya 12 persen dan paling sedikit berada di Jakarta Timur 9 persen.

"Secara umum, retail ini mendekati kantor dan permukiman. Secara agregat, memang kita lihat bahwa zonasi permukiman paling besar di wilayah Jakarta Selatan, saat ini. Jadi memang 40 persen retail existing (keberadaan retail) saat ini ada di Jakarta Selatan," kata Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah dalam acara Online Press Conference Jakarta Property Highlights H2 2025, pada Kamis (26/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bentuk retail yang tersebar di Jakarta ada beberapa macam, mulai dari neighborhood retail, local retail, city retail, hingga regional retail.

Baca juga: Mal yang Nggak 'Dandan' Siap-siap Ditinggal!

ADVERTISEMENT

Tipe neighborhood, yakni tempat perbelanjaan kecil yang cukup dekat dengan permukiman dan target pasarnya adalah warga di sekitar lokasi. Kemudian, jangkauan paling luas adalah tipe regional retail yang target pasarnya lebih luas dan beragam, bisa mancanegara.

Lalu, dari tingkat keterisian ritel secara keseluruhan meningkat 0,49 persen year on year (yoy) di 77,9 persen. Jika dilihat dari keterisian mal sewa dan strata-title ini ada kejomplangan angka. Mal sewa lebih tinggi tingkat keterisiannya dibanding mal strata-title. Mal sewa sekitar 86,98 persen, sementara mal strata-title 52,97 persen.

Hal ini berpengaruh dari kelas retail itu sendiri, ada mal grade Premium, A, B, dan C. Menurut Syarifah mal strata-title itu masuk ke grade B dan C, yang mana merupakan retail untuk kelas middle low. Setelah pandemi, mal kelas ini kondisinya masih terpuruk, berbanding terbalik dengan mal grade A dan premium.

"Secara struktur, finansial atau ekonomi, memang grade B dan grade C adalah retail-retail yang kita kelompokkan sebagai retail pada kelas middle low. Seperti kita tahu bahwa memang purchasing power atau daya beli konsumen saat ini memang belum lagi membaik setelah pandemi untuk kelas tersebut. Sehingga itu juga berimplikasi terhadap tingkat keterisian atau okupansi rate dari strata retail saat ini," jelasnya.

(aqi/das)

retail jakarta pasokan ritel mal di jakarta mall

Berita Terkait

Berita detikcom Lainnya

detikInet

Galaxy S26 Ultra & Buds 4 Pro Bikin Traveling Lebih Tenang

detikFinance

Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Sepakbola

Jadwal Liga Inggris Pekan ke-36: Liverpool Vs Chelsea, Man City Main 2 Kali

detikFood

Wow! Resto Buffet Terbesar di Dunia Punya 150 Menu dan Air Mancur Lobster

detikTravel

Paus Sperma Raksasa Terdampar di Pantai Jembrana, Berakhir Mati Kehabisan Udara

detikHealth

Viral Disebut 'Victim Blaming', Menkes Klarifikasi Chat soal Kematian Dokter Internship

detikOto

Kesaksian Kernet Bus ALS, Kenapa Oleng hingga Tabrak Truk Tangki?

Sepakbola

Rekor Baru Marquinhos di Liga Champions