HILMI FPI Aceh Luncurkan Program Pemulihan untuk Korban Banjir
Sentra News Day - RUBLIK DEPOK — Aktivitas kemanusiaan Relawan HILMI–Front Persaudaraan Islam (FPI) Aceh kembali berlangsung intensif pada Ahad, 01 Maret 2026 bertepatan dengan 11 Ramadhan 1447 Hijriah. Sejumlah program bantuan dilaksanakan secara simultan di beberapa wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, mulai dari pembangunan fasilitas sanitasi bagi pengungsi, rehabilitasi sarana ibadah, hingga pemulihan ekonomi masyarakat yang kehilangan sumber penghasilan akibat banjir bandang.
Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada bantuan darurat semata, tetapi juga diarahkan pada pemulihan jangka panjang masyarakat. Relawan bersama unsur pengurus daerah dan nasional turun langsung ke lapangan guna memastikan bantuan benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar warga yang masih berada dalam kondisi keterbatasan pascabencana.
Pembangunan Fasilitas Sanitasi Pengungsi Gunung Suku Aceh Tengah
Program prioritas yang dilaksanakan pada hari tersebut adalah pembangunan fasilitas WC bagi masyarakat pengungsi di wilayah Gunung Suku, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Takengon. Bantuan tersebut merupakan titipan dari Dewan Pimpinan Pusat HILMI yang secara khusus diarahkan untuk memperbaiki kondisi sanitasi warga di lokasi pengungsian.
Sejak musibah terjadi, sebagian warga diketahui masih bertahan di barak darurat serta tenda sederhana yang dibangun secara swadaya. Minimnya fasilitas sanitasi membuat masyarakat selama ini terpaksa buang hajat di area terbuka yang berisiko menimbulkan gangguan kesehatan lingkungan.
Ketua Umum DPP HILMI, Habib Ali Al-Hamid, hadir langsung meninjau lokasi pada 1 Maret 2026 guna memastikan bantuan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Kehadiran pimpinan pusat tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian langsung terhadap kondisi pengungsi yang masih belum sepenuhnya pulih.
“Kondisi sanitasi menjadi kebutuhan mendesak bagi warga yang masih tinggal di pengungsian. Karena itu pembangunan fasilitas WC ini diharapkan dapat menjaga kesehatan dan martabat masyarakat,” ujar relawan pendamping kegiatan saat laporan lapangan pada 1 Maret 2026.
Pemulihan Ekonomi Korban Banjir Melalui Pembangunan Perahu Nelayan
Upaya pemulihan ekonomi masyarakat juga terus berjalan di Kabupaten Bireuen melalui program pembangunan perahu nelayan bagi korban banjir bandang. Banyak warga kehilangan alat kerja utama akibat bencana besar yang terjadi pada 26 November 2025 lalu sehingga aktivitas mencari nafkah sempat terhenti.




