Hari Pertama Ramadan, Sentra Takjil di Lamongan Dipadati Warga
Sumber Foto: Pojokkiri
Sentra Hari

Hari Pertama Ramadan, Sentra Takjil di Lamongan Dipadati Warga

Lamongan, pada hari pertama Ramadan yang jatuh pada Kamis (19/2/2026), pusat Kota Lamongan dipenuhi dengan suasana meriah. Para pedagang takjil mulai beroperasi di sejumlah jalan protokol, menciptakan deretan lapak dadakan yang menawarkan beragam menu untuk berbuka puasa.

Pantauan di lapangan menunjukkan, konsentrasi pedagang dan pembeli terlihat paling padat di beberapa titik strategis, seperti Jalan Lamongrejo, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Veteran, dan Jalan KH. Ahmad Dahlan.

Titik Kepadatan di Jalan Lamongrejo

Di Jalan Lamongrejo, tepatnya di Kelurahan Sidokumpul, terdapat sekitar 11 stan takjil yang berjejer rapi. Titik paling ramai dapat ditemukan di area depan Kantor Kesbangpol dan Kantor PDAM Lamongan. Para pedagang di lokasi ini menawarkan beragam pilihan, mulai dari gorengan hangat hingga kolak pisang. Selain itu, tersedia juga lauk pauk berupa sayur kuah dan olahan ikan yang dikemas praktis dalam plastik.

Aktivitas jual beli mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan sekitar pukul 16.30 WIB. Warga yang baru pulang kerja maupun yang sengaja menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa terlihat memenuhi bahu jalan, sehingga arus lalu lintas melambat meski tetap tertib.

Lokasi-lokasi Lain yang Menjadi Favorit

Selain Jalan Lamongrejo, beberapa lokasi lain yang juga menjadi tujuan warga dalam mencari takjil adalah Simpang Jalan Rangge, yang terkenal dengan menu khas Lamongan, Nasi Boran. Perempatan KH. Ahmad Dahlan, yang terletak di belakang gedung Pemda Lamongan, juga selalu ramai setiap tahunnya. Kawasan Perumnas Made dan Jalan Veteran pun dipadati oleh warga sekitar yang membuka lapak dadakan sejak sore hari.

Seorang pengunjung di lokasi menyatakan, "Fenomena ini menunjukkan antusiasme tinggi warga Lamongan, tidak hanya dalam mencari menu berbuka, tetapi juga dalam memanfaatkan momen Ramadan untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui jualan takjil."

Hingga menjelang adzan Maghrib, arus pembeli terus mengalir, menjadikan hari pertama Ramadan di Lamongan penuh warna dan menunjukkan geliat ekonomi kerakyatan.