Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Dorong Ekonomi Kreatif Indonesia
“Kita merayakan sebuah pergerakan baru di industri yang luar biasa. Indonesia bisa menjadi world’s biggest digital power, bukan cuma di South East Asia,” demikian Menkominfo Rudiantara mengatakan.
Perkembangan industri digital saat ini akan sangat berpengaruh terhadap GDP Indonesia menurut Rudiantara, yakni apabila target nilai e-commerce di tahun 2020 tercapai hingga Rp130 Miliar, maka akan berdampak pada GDP menjadi 9%.
“Jika dibandingkan dengan negara lain, hanya Singapura yang mengalahkan Indonesia dari sisi e-commerce, atau lebih luas lagi yaitu digital economy. Hitung punya hitung, kalau tahun 2020 target kita tercapai Rp 130 Miliar untuk e-commerce, GDP kita pada saat itu high single digit, sudah 9%,” papar Rudiantara.
Perhitungan itu, baru dilihat dari sisi e-commerce. Padahal digital economy bukan sekadar e-commerce, melainkan juga termasuk industri games, dan perfilman yang juga tengah dikembangkan oleh Badan Ekonomi Kreatif.
“Sebetulnya digital economy bukan hanya e-commerce, karna kita harus incorporate juga sama yang dikembangkan oleh Pak Triawan, games, movie, itu akan lebih besar lagi,” jelasnya. Pengembangan industri digital di Indonesia tentunya akan sangat bergantung dengan komitmen pemerintah.
Ajak Anak Muda Indonesia Bergerak
Hadir dalam acara tersebut yaitu Chief Executive KIBAR, Yansen Kamto; Director of Business Development and Incubation Univ. Gadjah Mada, Dr. Hargo Utomo; Co-Founder Sebangsa.com, Enda Nasution; dan Co-Founder sekaligus CEO iGrow, Andreas Senjaya. “Mari berhenti bermimpi dan menolak terbuai potensi yang Indonesia punya. Saya mengajak anak muda Indonesia bergerak untuk ikut menentukan arah bangsa di era ekonomi digital,” ujar Chief Executive Kibar, Yansen Kamto.
Gerakan ini diharapkan akan melahirkan entrepreneur baru yang akan menjadi awal untuk menciptakan masa depan ekonomi digital Indonesia. Panelis Enda Nasution menganggap bahwa peluncuran gerakan ini sebagai momen bersejarah dalam industri digital Indonesia. “Kalau buat saya ini historical moment, bersejarah. Satu titik penting dalam sejarah digital Indonesia,” katanya.
Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini akan dimulai dengan 10 kota yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak. Di 10 kota tersebut akan didirikan pusat inovasi sebagai titik kumpul komunitas teknologi, kreatif, dan budaya, sekaligus juga menyediakan co-working space agar para pelaku dan kreator lokal dapat berkolaborasi menciptakan solusi bagi kebutuhan masyarakat, baik dalam level lokal maupun nasional.
Lewat gerakan yang dicanangkan dalam kurun waktu lima tahun ini, Kemenkominfo dan Kibar rencananya akan menerapkan beberapa tahapan pembinaan diantaranya yaitu Ignition, merupakan sebuah seminar yang memiliki tujuan untuk bisa menanamkan pola pikir kewirausahaan kepada para pesentaranya. Untuk tahapan ini, Kibar dan Kemenkominfo telah menargetkan sebanyak 4.000 peserta untuk tiap tahunnya.
Nantinya hanya ada 2.000 peserta pada tahap ini yang akan lanjut ke tahap berikutnya. Untuk tahapan kedua ini, peserta nantinya akan menerima pembekalan keahlian untuk dapat mengembangkan startup mereka, kemudian disaring kembali hingga diambil menjadi 1000 peserta dan melaju ke tahapan berikutnya yaitu tahap Hackathon.
Dalam tahap ini, peserta akan diminta untuk menghasilkan prototipe produk dari ide solusi aplikasinya, untuk kemudian dipilih menjadi 500 peserta yang akan melanjutkan ke tahap bootcamp dan dipilih kembali menjadi 200 peserta untuk masih ke tahap diinkubasi selama tiga bulan lamanya.
Di akhir sesi, Menteri Rudiantara kembali menegaskan bahwa Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini adalah milik bersama, dan semua pihak dapat berkontribusi dalam program ini. “Saya tidak akan pernah mengklaim program ini milik Kementerian Kominfo. It belongs to us, jadi semuanya punya kontribusi,” kata Rudiantara.




