Forwapera Apresiasi 40 Stakeholder Properti dalam Anugerah 2026
Jakarta, Properti Indonesia – Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera) menyelenggarakan ajang Anugerah Forwapera 2026 di The Hub Sinar Mas Land, Jakarta, Kamis (5/2). Penghargaan ini diberikan kepada 40 pemangku kepentingan (stakeholder) dari berbagai tokoh, perusahaan developer serta perbankan yang dinilai berkontribusi dalam ekosistem perumahan rakyat di Indonesia.
Kegiatan yang bertepatan dengan hari ulang tahun Forwapera ke-20 ini dirangkai dengan diskusi bertajuk "Peluang dan Tantangan Industri Properti 2026". Hadir sebagai pembicara (keynote speaker), Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah
Ketua Forwapera, Erfendi Eka Putra, menyampaikan bahwa Anugerah Forwapera merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari tokoh nasional, asosiasi, hingga perusahaan pengembang.
"Penghargaan ini merupakan dukungan insan pers untuk menyukseskan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Pemerintah. Penentuan penerima award dilakukan melalui tahapan seleksi, analisa, survei, serta penilaian akhir oleh dewan juri yang terdiri dari jurnalis senior," ujar Erfendi atau yang akrab disapa Pepeng.
Sebanyak 40 penerima penghargaan terbagi ke dalam lima kategori, yakni Kategori Tokoh Inspiratif, Penghargaan Khusus, Pengembang dan Proyek Properti (Subsidi dan Non-Subsidi), Perbankan dan Lembaga Keuangan Non-Bank, serta Pendukung Industri.
Beberapa tokoh nasional yang menerima penghargaan di antaranya Ketua Satgas Perumahan Hashim S. Djojohadikusumo, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri PKP Maruarar Sirait, serta Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah.
Tantangan Sektor Perumahan
Dalam diskusinya, Wamen PKP Fahri Hamzah menegaskan sektor perumahan merupakan instrumen strategis untuk mengatasi backlog dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui RPJMN 2025–2030, pemerintah mendorong penanganan berbasis wilayah dan pengembangan hunian vertikal di kawasan urban. "Dengan lebih dari 60 persen penduduk berada pada kelompok rentan dan sektor informal, persoalan perumahan tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial ekonomi," kata Fahri.
Di sisi lain, perwakilan pelaku industri seperti Wakil Ketua Umum DPP REI Hari Ganie dan Direktur Utama Pesona Kahuripan Group Angga Budi Kusuma, menyoroti tantangan daya beli serta kendala perizinan yang masih membayangi sektor properti di tahun 2026.
Melalui ajang ini, Forwapera juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi jembatan informasi guna mengawal kebijakan perumahan yang berpihak pada kepentingan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).




