Duka Mendalam di Iran Usai Kematian Pemimpin Tertinggi Khamenei
Sumber Foto: Kompas.com
Hiburan

Duka Mendalam di Iran Usai Kematian Pemimpin Tertinggi Khamenei

Sentra News Day - TEHERAN, KOMPAS.com - Suasana duka mendalam menyelimuti siaran televisi nasional Iran saat pemerintah secara resmi mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan udara pada Sabtu (28/2/2026) dini hari.

Seorang pembawa acara berita tampak tidak kuasa menahan emosi saat membacakan pengumuman tersebut. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan kabar duka kepada seluruh rakyat Iran.

“Allah Maha Besar. Allah Maha Besar. Dengan kesedihan mendalam, diumumkan kepada bangsa Iran bahwa Ayatollah Agung Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, telah gugur sebagai syahid hari ini dalam serangan kriminal gabungan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis,” kata pembawa acara tersebut, sebelum kemudian menangis tersedu-sedu, dikutip dari BBC.

Isak tangis kru lainnya juga terdengar di latar belakang studio saat pengumuman berlangsung.

Pemerintah Iran kini telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari untuk menghormati Khamenei, yang meninggal di kompleks kediamannya bersama putri, menantu, dan cucunya.

Pesan perlawanan dari Dewan Keamanan

Di saluran televisi pemerintah lainnya, IRINN, seorang pembawa acara dengan wajah datar membacakan pernyataan serius dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, sementara ayat-ayat dari Al-Quran diputar di latar belakang.

Dalam pernyataan itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan, kematian Khamenei akan memicu pemberontakan dalam perjuangan melawan para penindas.

"Impian panjang Khamenei untuk mati syahid telah menjadi kenyataan," kata pembawa acara TV.

Kantor berita negara Iran mengeklaim, Khamenei terbunuh saat sedang bekerja di kantornya di kompleks kediamannya.

“Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali,” kata lembaga tersebut saat mengumumkan kematian pemimpin tertinggi Iran.

3 Orang akan pimpin masa transisi

AFP/ATTA KENARE Warga Iran merenung setelah tersiar kabar Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei meninggal dalam serangan Amerika Serikat-Israel, di Teheran, Minggu (1/3/2026). Khamenei dinyatakan tewas ketika rumahnya diserang pada Sabtu (28/2/2026).

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan dua pejabat tinggi lainnya akan memimpin Iran dalam periode transisi.

Ini dilakukan setelah Khamenei meninggal dalam serangan Amerika Serikat-Israel.

Ketua lembaga peradilan Gholamhossein Mohseni Ejei dan seorang pejabat lain dari dewan hukum negara akan melengkapi dua nama lain yang mengawasi transisi tersebut, menurut televisi pemerintah yang mengutip Mohammad Mokhber, salah satu penasihat Khamenei.

Para pemimpin transisi tersebut langsung bekerja hari ini, Minggu (1/3/2026).

Pezeshkian sendiri sebelumnya dikabarkan tewas usai menjadi target utama, selain Khamenei. Namun, ia berhasil selamat.