DPRD Surabaya Minta Pendampingan untuk Atasi Sepinya Pembeli di Sentra Kuliner
Sentra News Day - Sejumlah pedagang sentra wisata kuliner (SWK) di Surabaya mengadu kepada DPRD terkait sepinya pembeli yang berdampak pada pendapatan mereka. Permasalahan ini muncul di SWK di kawasan Gunung Anyar, Semolowaru, dan wilayah Surabaya Barat.
Awal Kejadian
Pada hari Minggu (28/5), Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno, menyatakan bahwa sepinya pembeli disebabkan oleh kurangnya pendampingan dari Pemkot Surabaya. Ia menekankan perlunya adanya pendampingan yang intensif untuk mengemas SWK agar lebih menarik bagi masyarakat.
Perkembangan
Anas menyarankan agar momen Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) dimanfaatkan sebagai ajang promosi bagi pedagang SWK yang mengalami penurunan pembeli. Ia meminta Dinas Koperasi dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya untuk melakukan inovasi dalam mendukung para pedagang agar bisa meraih keuntungan dari berbagai event yang diadakan menjelang HJKS.
Menurut Anas, pemberdayaan terhadap 1.116 pedagang UMKM SWK perlu dilakukan untuk meningkatkan minat pembeli. Ia menegaskan pentingnya perhatian dari dinas terkait agar tidak ada fasilitas yang dibangun menjadi sia-sia dan tidak memberikan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar.
Kondisi Terakhir
Ketua Forum Kerukunan SWK Surabaya, Poniman, menambahkan bahwa banyak pedagang yang mengalami kesulitan, dengan hanya 15 persen dari total SWK di Surabaya yang dapat dikatakan hidup. Ia mencontohkan bahwa dari delapan SWK di Surabaya Barat, lima di Surabaya Timur, dan tiga di Surabaya Selatan, mayoritas pembeli hanya terlihat di Surabaya Pusat. Poniman berharap akan ada upaya lebih intensif dari Pemkot untuk menghidupkan kembali SWK yang lesu.




