Bupati Malinau Dorong Perumda Intimung Jadi Pusat Pemasaran Produk Lokal
TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Desain besar pengoptimalan perusahaan daerah adalah menciptakan pasar sendiri bagi karya dan produk asal warga, perajin bahkan Usaha Mikro Kecil Menengah di Malinau, Kalimantan Utara.
Perusahaan umum daerah atau Perumda sebagai unit usaha pemerintah daerah mengemban tidak sekadar visi melainkan perujudan ciri khas kedaerahan Malinau.
Bupati Malinau, Wempi W Mawa mengatakan perusahaan daerah harus punya visi yang sejalan dengan tujuan ekonomi kerakyatan.
Karena merupakan perusahaan plat merah yang bergerak di sektor bisnis, usaha yang dijalankan Perumda jangan sampai mematikan usaha kecil yang sudah ada.
Perumda Intimung idealnya menjadi sentra pemasaran bagi usaha lokal sebagai hulu distribusi pada seluruh unit kerja.
"Diproduksi dari Malinau, dikemas di Malinau dan dipasarkan di Malinau, sehingga produk lokal kita mampu bersaing dengan produk dari luar," Ungkapnya.
Wempi W Mawa mengilustrasikan warung kopi atau Cafe yang merupakan satu dari 5 unit usaha Perumda Intimung.
Bahan baku, biji kopi yang dihidangkan harus berasal dari pekebun kopi di Malinau.
Sebab, selain kakao dan Karet, Malinau cukup.diperhitungkan sebagai satu dari sekian daerah penghasil biji kopi.
Kopi yang diseduh, idealnya merupakan biji kopi asal Malinau. Sesuai tagline "toko rakyat" yang dikelola dan dikembangkan Perumda.
"Saya minta benar sama Perumda, potensinya lebih pada produk daerah. Seperti Cafenya. Harus bisa menunjukkan bahwa kopi yang diseduh adalah kopi Malinau," Katanya.
Menurutnya, Perumda Intimung telah membangun branding lokal cukup baik pada beberapa lini produksi.
Diantaranya beras daerah dan air minum kemasan.
Hal yang tersisa adalah keberlanjutan usaha.
Perumda seyogianya membangun citra khas daerah.
"Beras daerah, itu diupayakan harus selalu tersedia di sini. Artinya tidak boleh putus. Ini tantangan, apalagi kebutuhan gabah sangat tinggi, sementara ketersediaan terbatas," Katanya.




