BNPB Percepat Distribusi Bantuan untuk 831 Ribu Pengungsi Banjir di Aceh
Banda Aceh, InfoPublik – Upaya penanganan darurat bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) terus diakselerasi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus fokus pada pendistribusian logistik bantuan kepada warga terdampak di Aceh. Mengingat tingginya jumlah pengungsi di Provinsi Serambi Mekah.
Hal tersebut diutarakan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdatin BNPB), Abdul Muhari, pada konferensi pers di Pusat Informasi dan Media Center Penanggulangan Bencana Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh. Rabu (10/12/2025). “Dari total pengungsi 894.501 orang, sebanyak 831.000 jiwa di antaranya berada di Provinsi Aceh. Ini menjadi atensi kita untuk distribusi logistik,” jelasnya.
Mengenai distribusi logistik, dijelaskan Abdul Muhari, sejauh ini total bantuan yang masuk ke Posko Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mencapai 448,6 ton. Sebanyak 334 ton telah didistribusikan ke wilayah terdampak.
Untuk itu, BNPB berupaya keras agar tidak ada stok yang tertahan lebih dari dua hari di Lanud. "Hari ini telah dilakukan pengiriman darat menggunakan lima truk berisikan 9,85 to kebutuhan non-permakanan, serta 7 sorti via udara seberat 4,93 ton untuk menjangkau kantong-kantong pengungsian terpencil," jelas Kepala Pusdatin BNPB.
Terkait pemulihan infrastruktur, menurut Abdul Muhari, pembangunan jembatan Bailey di beberapa titik yang merupakan atensi Presiden terus dikebut, "Kami sampaikan Jembatan Teupin Reudeup Kabupaten Bireuen, saat ini sudah 53 persen. Kita harapkan ini bisa segera dimanfaatkan, bisa segera beroperasi di akhir minggu ini," ujarnya.
Selain itu, progres Jembatan Teupin Mane saat ini sudah mencapai 25 persen. Kemudian Jembatan Kutablang dan Jembatan Jerata di Aceh Tengah masih dalam proses pengerjaan.
Pada kesempatan itu, Kepala Pusdatin BNPB juga melaporkan adanya penambahan lima jasad yang ditemukan Rabu (10/12/2025). “Bertambah lima jasad yang ditemukan dari jumlah 964 jiwa pada Selasa (9/12/2025), pada hari ini menjadi 969 jiwa,” ujar Abdul Muhari.
Adapun, penambahan korban jiwa tersebut berasal dari Langkat, Sumut (dua korban), dan Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar (tiga korban). Sementara itu, data korban hilang berkurang 12 orang, kini tersisa 252 jiwa yang masih masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Kebutuhan Energi dan Kolaborasi Relawan
BNPB juga melaporkan upaya pemenuhan kebutuhan energi di daerah terdampak. Kapal tanker MT Kamojang dikerahkan membawa 6.500 KL BBM menuju Meulaboh dan Krueng Geukueh untuk menopang kebutuhan di pesisir timur Aceh. Upaya serupa dilakukan di Sumut, di mana kapal MT Kasim membawa 7.400 KL bahan bakar menuju Sibolga.
Di Sumatra Barat, operasi modifikasi cuaca dioptimalkan untuk mendukung pengiriman logistik via darat (20 truk dengan total 29,7 ton). Selain itu, pembangunan jembatan Beli di Sikabau, Pasaman Barat, menunjukkan kemajuan signifikan, kini mencapai 55 persen.




