Bank Sentral Eropa Tahan Suku Bunga, Waspadai Dampak Perang Iran
Sentra News Day - Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 2% untuk keenam kalinya berturut-turut, sambil memperingatkan bahwa perang di Iran dapat memengaruhi proyeksi inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Awal Kejadian
Keputusan ini diambil pada Kamis, 19 Maret 2026, dan sesuai dengan proyeksi analis dalam survei Bloomberg. Pejabat ECB menyatakan bahwa kebijakan suku bunga akan ditentukan secara bertahap pada setiap pertemuan mendatang.
Perkembangan
Dalam pernyataannya, ECB menyebutkan bahwa konflik di Timur Tengah meningkatkan ketidakpastian prospek ekonomi, dengan risiko kenaikan inflasi dan penurunan pertumbuhan ekonomi. Dampak jangka pendek dari konflik ini diperkirakan akan terlihat melalui kenaikan harga energi, sedangkan dampak jangka menengah sangat bergantung pada intensitas dan durasi perang serta efek perubahan harga energi terhadap harga konsumen.
Kondisi Terakhir
Di tengah volatilitas pasar minyak dan gas, ECB menegaskan komitmennya untuk menurunkan inflasi kembali ke target 2% dalam jangka menengah. Pelaku pasar memperkirakan kemungkinan dua kali kenaikan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin tahun ini, dengan peluang sekitar 50% untuk kenaikan ketiga. Obligasi pemerintah Jerman menunjukkan pelemahan, di mana imbal hasil tenor dua tahun naik 11 basis poin menjadi 2,56%. Sementara itu, euro mengalami penguatan sekitar 0,4% terhadap dolar AS di level US$1,1500.




