Wirausaha Digital: Solusi Pemberdayaan Anak Muda Medan Atasi Pengangguran
Sumber Foto: suara usu
Teknologi

Wirausaha Digital: Solusi Pemberdayaan Anak Muda Medan Atasi Pengangguran

Oleh: Jihan Marwa Alya, Nabil Islamik P, Intan Avrillia Permata Sari Simbolon, Xenayla Amanda Damanik, Regita Cahyani Adiningsih

Suara USU, Medan. Tingkat pengangguran di Kota Medan masih menjadi pekerjaan rumah serius. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat, angka pengangguran terbuka di Medan mencapai 8,13 persen. Padahal, Medan adalah pusat pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi ekonomi yang besar dengan kemampuan menciptakan lapangan kerja.

Salah satu kunci penyelesaiannya terletak pada pemberdayaan masyarakat. Bukan hanya sekadar membuka lapangan kerja baru, tetapi membekali masyarakat agar mampu mandiri dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Di era digital, peluang ini semakin terbuka lebar melalui pemanfaatan platform wirausaha digital.

Pengangguran di Medan bukan hanya soal minimnya lapangan kerja, tetapi juga terkait mismatch antara keterampilan lulusan dengan kebutuhan industri. Banyak anak muda tidak siap menghadapi pasar kerja modern. Di sisi lain, perkembangan teknologi justru membuka pintu baru: wirausaha digital.

Program berbasis afiliasi digital, seperti yang ditawarkan TikTok, Shopee, atau Lazada dapat menjadi salah satu bentuk pemberdayaan yang potensial. Anak muda bisa memulai usaha dengan modal minim, hanya bermodalkan ponsel pintar dan internet. Mereka belajar membuat konten kreatif, mengelola akun digital, hingga melakukan pemasaran online. Aktivitas ini bukan hanya menambah penghasilan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan baru yang relevan dengan dunia kerja.

Agar program pemberdayaan digital benar-benar berdampak, ada beberapa langkah penting:

Meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya generasi muda.

Melatih keterampilan pemasaran online agar produk lokal mampu bersaing.

Menjalin kemitraan dengan perusahaan digital untuk membuka akses yang lebih luas.

Memberikan dukungan modal dan akses finansial yang ramah bagi UMKM.

Melibatkan lintas sektor, pemerintah, akademisi, swasta, dan NGO untuk menciptakan ekosistem digital yang berkelanjutan.

Inovasi berbasis platform digital bukan hanya solusi jangka pendek. Dengan strategi yang tepat, ia bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus mengurangi angka pengangguran. Anak muda Medan tidak lagi harus menunggu kesempatan kerja formal, tetapi bisa menciptakan peluangnya sendiri.

Kuncinya adalah kolaborasi. Pemerintah perlu hadir dengan kebijakan pro-UMKM, lembaga pendidikan harus menyiapkan kurikulum yang sesuai kebutuhan industri digital, sementara masyarakat dituntut lebih adaptif dan berani berinovasi.

Medan memiliki potensi besar. Dengan memanfaatkan wirausaha digital sebagai instrumen pemberdayaan, kota ini bisa membalikkan tantangan pengangguran menjadi peluang menuju kemandirian ekonomi yang lebih berkelanjutan.