Sentra News Day - Berita Lainnya
Komisi E DPRD Jatim Target Hibah Velodrom Tuntas Dua Tahun
1 day ago
Tetap Gaskan Transjatim Kepanjen-Hamid Rusdi
1 day ago
Lepas Arkhan untuk Timnas, Arema FC Tegaskan Beri Dukungan Penuh
1 day ago
Presiden Prabowo: Jangankan Profesor, Usulan Anak Desa di Medsos Pun Saya Perhatikan
1 day ago
Pratinjau Afrika Selatan vs Kanada: Duel Bersejarah Menuju 16 Besar
1 day ago
Berita Terbaru
Latsarmil Manajer KDKMP Dihentikan, Latihan Menembak Disetop
2 hours ago
Piala Dunia 2026; Prancis vs Swedia, Modal Sempurna!
2 hours ago
Putusan PN Kepanjen Terapkan Pidana Kerja Sosial
2 hours ago
Malang Sumbang Dua Talenta ke SingaCup, Garneta Jadi Pencetak Gol Terbanyak MLSC All-Stars 2026
2 hours ago
Baca Semua
Malang Posco Media, Malang – Cedera serius menimpa bek Arema FC, Walisson Maia, yang membuatnya hampir dipastikan absen hingga akhir musim. Pemain yang baru didatangkan pada putaran kedua tersebut mengalami patah tulang fibula dan diperkirakan harus menjalani pemulihan selama kurang lebih tiga bulan.
Pemain yang baru didatangkan pada putaran kedua BRI Super League musim 2025/2026 tersebut diperkirakan membutuhkan waktu pemulihan sekitar tiga bulan. Durasi itu membuat peluangnya kembali bermain pada sisa kompetisi musim ini menjadi sangat kecil.
Dokter tim Arema FC, dr. Nanang Tri Wahyudi menjelaskan, bahwa cedera yang dialami Walisson Maia adalah patah tulang fibula. Pemeriksaan MRI telah dilakukan untuk memastikan detail cedera pemain asal Brasil tersebut.
Menurutnya, proses pemulihan Maia diperkirakan memakan waktu cukup lama meski kondisi patahan pada tulang fibula tidak terlalu parah. “Patah tulang fibula, butuh waktu pemulihan sekitar tiga bulan,” ujar dr. Nanang.
Dia menambahkan bahwa dengan estimasi waktu pemulihan tersebut, kemungkinan besar musim Walisson Maia bersama Arema FC sudah berakhir. Sebab, kompetisi akan selesai di pengujung Mei 2026.
“Iya. Kemungkinan besar sudah selesai,” tambahnya.
Sementara itu, untuk penanganan terhadap cedera Maia tidak memerlukan operasi besar. Tim medis hanya melakukan tindakan fiksasi oleh dokter ortopedi karena posisi patahan dinilai masih baik. Metode fiksasi merupakan perawatan untuk menyangga, menstabilkan, dan membatasi pergerakan (imobilisasi) pada bagian yang cedera.
“Nggak, cuma difiksasi saja oleh ortopedi. Kebetulan patahnya kecil dan posisi tulang masih bagus,” jelasnya.
Absennya Walisson Maia tentu menjadi kerugian bagi Arema FC yang sebelumnya berharap banyak pada pemain tersebut untuk memperkuat lini belakang di putaran kedua. Tim pelatih kini harus kembali mencari opsi lain guna menjaga stabilitas pertahanan pada sisa pertandingan musim ini. (ley/jon)
-Advertisement-