Titus Pekei: Noken Sebagai Hak Asasi dan Kebutuhan Ekonomi Perajin Papua
Sentra News Day - Translate
Titus Pekei Pemerhati budaya Papua dan pencetus gagasan Noken Papua di UNESCO serta aktivis lingkungan (Dokumen Pribadi)
Titus Pekei: Noken Itu HAM, Desak Pemerintah Bangun Basis Usaha Perajin Papua
By Redaksi Salam Papua
27 Feb 2026
SALAM PAPUA (NABIRE) – Pemerhati budaya Papua dan pencetus gagasan Noken Papua di UNESCO, Titus Pekei, menegaskan bahwa noken merupakan bagian dari hak asasi manusia (HAM) orang asli Papua. Ia menilai, noken bukan sekadar tas rajut tradisional, melainkan simbol identitas, martabat, dan hak budaya yang wajib dilindungi serta diberdayakan negara.
“Noken itu bukan hanya tas. Itu identitas dan harga diri orang Papua. Kalau noken hilang, kita kehilangan bagian dari jati diri kita,” tegas Titus dalam keterangan tertulisnya kepada salampapua.com, Jumat siang (27/2/2026).
Sebagai warisan leluhur, noken telah diakui dunia. Pada 2012, UNESCO menetapkan Noken Papua sebagai Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Perlindungan Mendesak. Pengakuan internasional tersebut, menurut Titus, harus diikuti dengan tanggung jawab nyata dari pemerintah untuk menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus meningkatkan kesejahteraan perajinnya.
Noken dibuat dari serat alam seperti kulit kayu atau anggrek hutan, dirajut dengan teknik tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Di berbagai wilayah Papua, noken digunakan untuk membawa hasil kebun, menggendong bayi, hingga menjadi bagian penting dalam prosesi adat. Bagi perempuan Papua, kemampuan merajut noken menjadi simbol kedewasaan dan kebanggaan budaya.
Namun di balik nilai filosofis dan kulturalnya, Titus melihat tantangan besar. Ia menilai banyak perajin noken masih hidup dalam keterbatasan ekonomi, sementara produk tiruan pabrikan yang lebih murah membanjiri pasar.
“Jangan sampai budaya kita diakui dunia, tetapi perajinnya tetap miskin. Itu tidak adil. Pemerintah harus hadir membangun sistem usaha yang kuat untuk mereka,” ujarnya.
Menurut Titus, pernyataan “noken itu HAM” memiliki makna mendalam. Hak asasi manusia tidak hanya berkaitan dengan kebebasan sipil dan politik, tetapi juga mencakup hak atas identitas budaya dan penghidupan yang layak.
“Hak budaya adalah hak asasi. Negara wajib melindungi, memajukan, dan memberdayakan budaya lokal, termasuk memastikan perajinnya sejahtera,” katanya.
Karena itu, ia mendesak pemerintah provinsi, kabupaten, hingga kota di seluruh Tanah Papua untuk membangun basis usaha komunitas perajin noken secara terstruktur dan berkelanjutan. Beberapa langkah konkret yang diusulkan antara lain penyediaan akses permodalan dan pembentukan koperasi perajin, pelatihan manajemen usaha serta pemasaran digital, perlindungan hak kekayaan intelektual komunal, serta pembukaan akses pasar nasional dan internasional.
Ia mengingatkan, tanpa sistem usaha yang kuat, generasi muda dikhawatirkan enggan melanjutkan tradisi merajut noken karena dinilai tidak menjanjikan secara ekonomi. Jika hal itu terjadi, status warisan budaya pun bisa terancam.
Sebaliknya, jika dikelola secara serius, noken berpotensi menjadi produk unggulan ekonomi kreatif Papua. Mengingat mayoritas pembuat noken adalah perempuan, penguatan sektor ini diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan komunitas.
“Kalau masyarakatnya maju, pemerintah daerahnya juga maju. Jangan biarkan orang Papua terus berada dalam kemiskinan di atas kekayaan budayanya sendiri,” tegas Titus.
Ia berharap komitmen pemerintah tidak berhenti pada seremoni atau wacana semata. Bagi Titus Pekei, menjaga noken berarti menjaga hak, identitas, dan masa depan orang Papua.
Penulis: Elias Douw
Editor: Sampe Sianturi
Tags
TANAH PAPUA
BUDAYA PAPUA
You can share this post!
Layanan penyampaian informasi berita dan aspirasi masyarakat yang akan dipublish di Salam Papua, lewat Suara Anak Mimika (SUNAMI)
Klik dibawah ini
Karikatur Salam Papua
Suara Anak Mimika
20 May 2024
Perlunya Evaluasi Atas Program Air Bersih Pemda Mimika
07 May 2024
Tanggapan Warga Mimika Atas Isu Taxi Online Maxim Vs Taxi Offline
01 May 2024
Taxi Gelap Yang Seenaknya Parkir Sembarang Di Jalur Pintu Kedatangan Bandara Baru Mozes Kilangin
01 May 2024
Dilarang Buang Sampah Dan Bangkai Hewan
24 March 2024
Selamatkan Anak-Anak Mimika Dari Lem Aibon Dan Miras
26 September 2023
Tingkat Kecelakaan Di Timika Tinggi Karena Miras, Polisi Diminta Tegas Berantas Penjual Miras
26 September 2023
Minta Dipasang Lampu Solar Cell Di Jalan Trans Nabire
19 September 2023
Jalur Irigasi 2 Kamoro Jaya Tidak Pernah Merasakan Pembangunan
10 September 2023
Wujudkan Gapura Koteka Vespa Club Timika
10 September 2023
Meminta Kejelasan Pemda Mimika Untuk Beasiswa Mahasiswa Timika
25 August 2023
Polisi Diminta Rutin Patroli Dan Tindak Tegas Pengendara Yang Melawan Arah
24 August 2023
Pertanyaan Terkait Masa Jabatan KPU Mimika
24 August 2023
Terima Kasih Buat Wartawan Di Mimika
19 June 2023
Niat Membangun Patung Helm Di Timika
16 June 2023
Persoalan Hukum Pembangunan Gedung Perpustakaan Mimika Sudah Sampai Dimana?
13 June 2023
Media Selalu Kawal Penjaringan Beasiswa Afirmasi ADIK Papua
13 June 2023
Tolong, Tolong Tolong... Kami 8000 Karyawan Mogok...
12 June 2023
Masukan Bagi Pengembangan Olahraga Dan KONI Di Mimika
12 June 2023
Kritik Bagi Pelaku Vandalisme Di Mimika
Berita Terbaru
26 May 2026
SDN Sentra Pendidikan Timika Cetak Buku Cerita Rakyat Kamoro Untuk Perkuat Literasi Dan Budaya Papua
26 May 2026
Jelang Iduladha, Pertamina Tambah Penyaluran 450 Ribu Liter Minyak Tanah Di Papua Dan Maluku
26 May 2026
Ops Damai Cartenz Berbagi Kasih, Salurkan Bantuan Dan Layanan Kesehatan Untuk Warga SP7 Kuala Kencana
26 May 2026
Tanamkan Karakter Dan Disiplin Sejak Dini, Polsek Miru Edukasi Murid SDN 4 Mimika
26 May 2026
Perkuat Identitas Budaya Papua, SDN Sentra Pendidikan Sosialisasikan Program Bauwa
26 May 2026
Jelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Mimika Dan PTFI Gelar Aksi Bersih Kali
26 May 2026
Karang Taruna Mimika Bahas Perbup Dan Pembentukan Pengurus Hingga Tingkat Distrik Dan Kampung
26 May 2026
Dinkes Mimika Evaluasi Program Promkes Dan Microsite Digital, Tekankan Inovasi Baru Di Puskesmas
© All Rights Reserved




