Sosialisasi JKN di Pati: BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Daftarkan Diri
Seputarmuria.com, PATI – JAWA TENGAH – BPJS Kesehatan bersama unsur legislatif pusat, provinsi, dan daerah menggelar sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Gedung Haji Desa Batursari, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Sabtu (28/02/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam mendukung keberlanjutan penyelenggaraan Program JKN.
Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Edy Wuryanto, Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah Endro Dwi Cahyono, serta Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pati Moch Adhi Pamungkas, dan turut dihadiri Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati Nuzuludin Hasan.
Sebanyak kurang lebih 300 masyarakat dari delapan desa dari kecamatan Batangan di Kabupaten Pati tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap optimalisasi Program JKN.
Edy Wuryanto menyampaikan bahwa Program JKN merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan jaminan perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia menilai program tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, dalam memperoleh akses layanan kesehatan tanpa harus khawatir terhadap pembiayaan.
“BPJS Kesehatan adalah program strategis nasional yang menghadirkan keadilan sosial di bidang kesehatan. Melalui semangat gotong royong, seluruh masyarakat dapat saling menopang agar tidak ada lagi yang kesulitan berobat karena kendala biaya,” ujar Edy.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pati untuk memastikan diri dan keluarganya telah terdaftar sebagai peserta JKN. Menurutnya, kepesertaan aktif menjadi kunci agar perlindungan kesehatan dapat dirasakan secara optimal.
“Saya mengimbau masyarakat agar segera mendaftarkan diri menjadi peserta JKN dan rutin memastikan status kepesertaannya aktif. Jangan menunggu sakit untuk menyadari pentingnya perlindungan kesehatan,” tegasnya.
Sementara itu, Moch Adhi Pamungkas menekankan agar masyarakat Kabupaten Pati memiliki kepedulian terhadap perlindungan kesehatan sejak dini. Ia mengingatkan bahwa masih ada warga yang baru menyadari pentingnya jaminan kesehatan ketika sudah dalam kondisi sakit.
“Jangan sampai ada lagi masyarakat yang sudah sakit kemudian bingung memikirkan biaya pengobatan karena belum terdaftar sebagai peserta JKN. Kepesertaan harus dipastikan sejak sekarang sebagai bentuk perlindungan diri dan keluarga,” tegas Adhi.
Ia juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk aktif mengecek status kepesertaan dan memastikan data yang dimiliki sudah sesuai. Menurutnya, langkah preventif tersebut penting agar pelayanan kesehatan dapat diakses tanpa hambatan administrasi.
“Kami berharap masyarakat Pati semakin peduli terhadap perlindungan kesehatan dan tidak menunda untuk menjadi peserta JKN. Dengan kepesertaan yang aktif, masyarakat akan merasa lebih tenang karena sudah memiliki jaminan saat membutuhkan layanan kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu, Nuzuludin Hasan mengapresiasi sinergi yang terjalin antara BPJS Kesehatan dengan unsur legislatif di berbagai tingkatan. Ia menyampaikan bahwa dukungan tersebut sangat berarti dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya kepesertaan JKN.
“Kolaborasi bersama DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten menjadi energi positif bagi kami dalam memperluas literasi Program JKN. Dengan dukungan ini, kami optimistis perlindungan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Nuzuludin.
Ia juga menegaskan bahwa BPJS Kesehatan Cabang Pati terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan kemudahan akses informasi kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan Program JKN sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat serta dukungan para pemangku kepentingan.
“Kami berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan sehingga Program JKN dapat berjalan berkesinambungan dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat. Harapannya, tidak ada lagi warga yang terkendala biaya saat membutuhkan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (Er)




