Simposium IDAI 2026 Perkuat Layanan Kesehatan Anak di Bengkulu
Sumber Foto: RRI.co.id
Nasional

Simposium IDAI 2026 Perkuat Layanan Kesehatan Anak di Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menggelar rangkaian kegiatan Simposium Nasional (Sinas) dan Workshop IDAI 2026 yang dipusatkan di Bengkulu mulai Jumat, 6 Februari 2026 hingga Sabtu 7 Februari 2026. Kegiatan berskala nasional ini menjadi yang pertama kali digelar di Bengkulu dan dirangkaikan dengan peringatan Hari Kanker Anak Sedunia.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan pemilihan Bengkulu sebagai lokasi pelaksanaan Sinas bertujuan memperluas pemerataan layanan dan penguatan sistem kesehatan anak di daerah. Menurutnya, topik yang dibahas dalam simposium relevan dengan berbagai persoalan kesehatan anak, mulai dari penyakit jantung, kanker anak, hingga kesehatan neonatus.

“Selain kegiatan ilmiah, kami juga melaksanakan pengabdian masyarakat berupa pemeriksaan USG jantung atau ekokardiografi yang dilakukan oleh para konsultan jantung anak dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka hadir untuk berbagi keahlian sekaligus melayani masyarakat,” ujar Piprim.

Ia menjelaskan penyakit jantung bawaan masih menjadi masalah kesehatan serius pada anak dengan angka kejadian sekitar satu dari 100 bayi lahir hidup. Dengan jumlah kelahiran di Indonesia mencapai 4,5 hingga 5 juta bayi per tahun, diperkirakan terdapat sekitar 50 ribu anak yang lahir dengan penyakit jantung bawaan setiap tahunnya.

Piprim menambahkan, keahlian jantung anak masih tergolong langka di Indonesia. Oleh karena itu, kehadiran para konsultan jantung anak dalam kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi anak-anak di Bengkulu, terutama bagi pasien kanker anak, talasemia, serta anak dengan kelainan jantung bawaan.

Piprim menegaskan setiap anak, tanpa memandang daerah tempat tinggalnya, berhak memperoleh layanan kesehatan terbaik. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk terus mendukung ketersediaan fasilitas, tenaga medis, serta ekosistem layanan kesehatan anak yang merata dan berkelanjutan.

“Kesehatan anak tidak boleh dibedakan antara Jakarta dan daerah. Sistem layanan kesehatan harus bisa diakses secara setara oleh seluruh anak Indonesia,” pungkasnya.

Ketua IDAI Cabang Bengkulu, Dr. Jumnalis, SpA, menyampaikan bahwa pelaksanaan Sinas dan Workshop IDAI 2026 menjadi momentum penting bagi Bengkulu untuk memperkuat layanan kesehatan anak. Ia menyebut saat ini Bengkulu telah memiliki dokter anak yang mendalami keahlian jantung anak, meski jumlahnya masih terbatas.

“Kegiatan ini sangat membantu peningkatan kapasitas dokter anak di daerah serta mendekatkan layanan kesehatan spesialistik kepada masyarakat Bengkulu,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Sinas dan Workshop IDAI Bengkulu 2026, Dr. Laila Fitri Rahmi, M.Ked(Ped), Sp.A, menjelaskan selain simposium dan pengabdian masyarakat, IDAI juga menggelar workshop leadership learning health system yang diikuti para ketua IDAI cabang dari seluruh Indonesia.

Workshop tersebut bertujuan memperkuat peran pemimpin layanan kesehatan anak agar tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga mampu mengelola sistem kesehatan secara efektif di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.