Sentra Kemensos Tetap Beroperasi Selama Libur Idul Adha
Sumber Foto: Tempo.co
Sentra Hari

Sentra Kemensos Tetap Beroperasi Selama Libur Idul Adha

Sentra Terpadu atau Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial (Kemensos) tetap memberikan layanan kepada masyarakat selama libur Hari Raya Idul Adha. Kepala Sentra Meohai Kendari, Iman Imaduddin Hamdan, menyatakan bahwa momen Idul Adha adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama, termasuk kepada penerima manfaat program sosial.

Dalam prosesi pemotongan hewan kurban yang berlangsung pada tanggal 6 Juni 2025, Iman menegaskan pentingnya memastikan layanan kepada penerima manfaat tetap berjalan tanpa terputus meskipun dalam masa libur. "Jangan sampai pelayanan itu terputus, gara-gara adanya cuti bersama," ujarnya.

Sentra Meohai Kendari, yang saat ini melayani 41 penerima manfaat dari berbagai klaster, termasuk anak, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan, tetap melaksanakan berbagai kegiatan seperti penyediaan makanan, pelayanan kesehatan, dan pelatihan vokasional. Pada perayaan Idul Adha, penerima manfaat juga ikut serta dalam kegiatan takbiran dan pemotongan satu ekor sapi.

Iman menambahkan, untuk mengantisipasi keadaan darurat, Sentra Meohai Kendari memberlakukan jadwal piket bagi petugas kesehatan dan keamanan yang siap sedia selama 24 jam. Selain itu, pembina asrama juga terus mendampingi penerima manfaat selama libur. Persiapan untuk program sekolah rakyat juga tetap berlangsung, dengan kegiatan home visit yang melibatkan seluruh sumber daya manusia (SDM) di Sentra.

Sementara itu, Sentra Wyataguna Bandung juga melanjutkan operasionalnya selama libur, dengan melibatkan 55 penerima manfaat dari kluster yang sama. Penyuluh Sosial Sentra Wyataguna, Dian Dwi Nuraini, mengatakan bahwa aktivitas harian seperti makan, mencuci, dan membersihkan lingkungan tetap dilakukan. Mereka juga terlibat dalam kegiatan vokasional seperti beternak dan berkebun di lahan yang dikelola oleh Sentra.

Di Wyataguna, terdapat 9 gedung asrama yang aktif, dengan satu pembina asrama di masing-masing gedung. Petugas kesehatan juga menjalankan tugas sesuai jadwal piket yang telah ditentukan. "Jadi tidak ada istilah libur, alhamdulillah teman-teman dari bidang kesehatan tetap hadir dan melayani," tutur Dian.