Sentra Kemensos Tetap Beroperasi Selama Iduladha untuk Layanan Penerima Manfaat
Sentra Terpadu atau Sentra yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial tetap memberikan layanan di Hari Raya Iduladha. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Sentra Meohai Kendari, Iman Imaduddin Hamdan, saat menghadiri prosesi pemotongan hewan kurban di Sentra Meohai Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (6/6/2025).
“Dengan semangat Iduladha 1446 Hijriah, kita sebagai umat Muslim diajak untuk berbagi dan peduli kepada sesama, termasuk kepada penerima manfaat dalam klaster 12 Penerima Atensi Sosial (PAS),” ungkap Iman.
Selama masa cuti bersama Iduladha, Sentra Meohai Kendari tetap beroperasi seperti biasa. Iman menekankan pentingnya menjaga kontinuitas layanan meski di hari libur.
“Jangan sampai pelayanan terputus hanya karena adanya cuti bersama,” tegasnya.
Terdapat 41 penerima manfaat yang berasal dari berbagai klaster, termasuk anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan, yang mendapatkan perhatian penuh. Pelayanan seperti penyediaan makanan, layanan kesehatan, dan pelatihan vokasional tetap dilaksanakan untuk menjaga kualitas hidup mereka.
Suasana perayaan Iduladha di Sentra Meohai Kendari berlangsung hangat dan inklusif. Para penerima manfaat juga berpartisipasi dalam kegiatan takbiran dan pemotongan hewan kurban.
“Kami menyelenggarakan takbiran dan menyembelih satu ekor sapi, yang melibatkan penerima manfaat di residen kami,” jelas Iman.
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama libur Iduladha, Sentra Meohai Kendari menyiagakan petugas kesehatan dan keamanan dengan sistem piket 24 jam. Pembina asrama juga hadir untuk mendampingi penerima manfaat residensial. Selain itu, Iman mengungkapkan bahwa persiapan untuk Sekolah Rakyat tetap dilanjutkan meskipun di tengah libur.
“Kebetulan saat ini sedang dilakukan home visit untuk calon siswa. Kami mengerahkan seluruh sumber daya manusia yang ada di Sentra serta berkolaborasi dengan pilar-pilar yang ada di Kota Kendari,” tambahnya.
Di tempat lain, Sentra Wyataguna Bandung juga beroperasi selama libur. Penyuluh Sosial Sentra Wyataguna, Dian Dwi Nuraini, menyatakan, “Selama 4 hari libur ini, kami tetap memastikan ada aktivitas bagi penerima manfaat.”
Sebanyak 55 penerima manfaat dari kluster anak, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan di Wyataguna melanjutkan aktivitas sehari-hari, termasuk makan, mencuci, membersihkan lingkungan, serta kegiatan vokasional seperti beternak dan berkebun.
“Kami memiliki lahan untuk ditanami sayur-sayuran, dan penerima manfaat dilibatkan dalam perawatan lahan tersebut,” jelas Dian.
Pendampingan terhadap penerima manfaat di Sentra berlangsung selama 24 jam. Terdapat sembilan gedung asrama yang aktif, masing-masing didampingi oleh satu pembina yang siap memberikan dukungan kapan pun dibutuhkan. Petugas kesehatan di Wyataguna juga tetap bekerja sesuai jadwal piket yang telah ditetapkan.
“Tidak ada istilah libur, alhamdulillah petugas kesehatan tetap hadir dan memberikan layanan,” kata Dian.
Pada perayaan Iduladha di Wyataguna, penerima manfaat juga dilibatkan dalam kegiatan seperti takbiran, salat Iduladha, dan penyembelihan hewan kurban, termasuk 2 ekor sapi dan 5 ekor kambing.
“Sebagian daging dari kurban akan diberikan kepada penerima manfaat. Kami mengajak mereka untuk memasak dan menikmatinya bersama,” pungkas Dian.




