Sentra Ikan Asap di Kecamatan Baureno: Libur Setiap Jumat, Proses Pengasapan yang Menarik
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Di Kecamatan Baureno, proses pengolahan ikan asap menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Dengan kepulan asap yang menyebar aroma khas, industri ini beroperasi di beberapa desa, termasuk Desa Kauman, Karangdayu, dan Pasinan. Salah satu pengusaha lele asap, Siti Romlah, telah menjalankan usaha ini sejak tahun 1995.
Setiap harinya, Siti dan timnya memproduksi sekitar 500 tusuk lele asap, kecuali pada hari Jumat, di mana mereka libur. Meski demikian, jika ada keperluan mendesak, produksi dapat tetap berlangsung. "Kami biasanya bekerja sama dengan para peternak untuk mendapatkan ikan lele," kata Siti.
Lele asap yang dihasilkan dijual di Pasar Sumberjo dan kepada pelanggan yang datang langsung ke rumahnya. Harga ikan lele asap bervariasi, berkisar antara Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per tusuk, tergantung pada ukuran ikan.
Proses Pengasapan Ikan
Proses pengasapan ikan lele dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama, ikan dibersihkan dari kotoran dan dicuci sebelum ditusuk dan diasap. Siti menggunakan tempurung kelapa dan jantung jagung sebagai bahan bakar untuk proses pengasapan tersebut.
Menurut Siti, waktu pengasapan dimulai sekitar pukul 10.30 dan selesai sekitar pukul 16.00, tergantung pada jumlah ikan yang diasap. Setelah proses selesai, mereka berangkat ke pasar sekitar pukul 01.30 untuk mendistribusikan ikan kepada pedagang sayur yang menjual lele asap secara keliling.
Lele asap khas Baureno memiliki masa simpan sehari setelah proses pengasapan. Namun, jika disimpan di lemari es, daya tahannya bisa lebih lama. Selain lele, beberapa jenis ikan lainnya juga diasap, seperti mujaer, bandeng, patin, dan ikan bader, meskipun ikan lele tetap menjadi yang paling banyak diproduksi.




