Program Kebersihan Sekolah Tingkatkan Empati Siswa
Sumber Foto: Kompasiana.com
Sosial

Program Kebersihan Sekolah Tingkatkan Empati Siswa

Sekolah yang bersih sangat penting untuk mendukung proses belajar siswa. Tidak hanya membantu siswa tetap sehat secara fisik, tetapi juga mempengaruhi sikap sosial dan kepribadian siswa (Saputri et al., 2024). Tantangan untuk mengajarkan siswa untuk berempati semakin sulit di era digital saat ini, di mana fokus siswa sering dialihkan dari nilai-nilai kemanusiaan oleh teknologi dan media sosial. Salah satu cara untuk membantu siswa menumbuhkan rasa empati terhadap sesama dan lingkungan sekitar siswa adalah dengan program kebersihan sekolah.

Program kebersihan ini mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan sekolah tetap bersih. Salah satu bagian dari kegiatan ini adalah membersihkan ruang kelas, memungut sampah di halaman sekolah, menjaga tanaman, dan kegiatan lain yang berkaitan dengan kebersihan. Program ini meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab sosial dan kepedulian sosial (Aprilia et al., 2024). Abraham Maslow, melalui teori humanistiknya menekankan bahwa kebutuhan dasar seperti keamanan dan kenyamanan harus dipenuhi agar seseorang dapat berkembang lebih baik (Haluti et al., 2024: 89). Lingkungan sekolah yang bersih memenuhi kebutuhan dasar siswa, membantu mereka merasa aman dan nyaman, dan memungkinkan mereka lebih mudah mengembangkan empati terhadap sesama.

Lebih jauh lagi, empati yang ditanamkan melalui program kebersihan ini sejalan dengan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 28H ayat (1), menyebutkan "Bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk dapat hidup sejahtera, lahir dan batin, bertempat tinggal, serta mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat". Menjaga kebersihan sekolah bukan hanya hak, tetapi juga kewajiban moral bagi setiap siswa untuk berkontribusi terhadap kesejahteraan bersama. Program kebersihan sekolah juga mendorong siswa untuk bekerja sama. Siswa belajar pentingnya kerja sama dan tanggung jawab bersama dalam aktivitas seperti gotong royong membersihkan halaman sekolah atau area bermain. Siswa juga belajar bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab semua orang, bukan hanya satu orang. Siswa mulai menyadari bahwa menjaga kebersihan adalah tindakan sosial yang bermanfaat bagi orang lain, bukan hanya untuk kepentingan pribadi siswa. Akibatnya, program ini menanamkan prinsip empati sosial dan kebersihan (Nantara, 2022).

Ketika siswa membersihkan lingkungan sekolah, siswa tidak hanya melihatnya sebagai tugas, tetapi juga mulai memahami bagaimana tindakan siswa berdampak pada orang lain (Ismail, 2021). Misalnya, siswa terdorong untuk bertindak dan membersihkan halaman sekolah ketika melihat sampah. Siswa juga merasa terganggu oleh sampah tersebut. Ini menunjukkan bahwa siswa sadar bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama dan bahwa tindakan kecil dapat membantu orang lain merasa nyaman. Kesadaran ini merupakan awal dari sikap empati, di mana siswa mulai peduli terhadap lingkungan sosial dan fisik mereka.

Kesimpulanya, Program kebersihan sekolah memiliki pengaruh signifikan dalam membangun sikap empati siswa. Melalui keterlibatan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, siswa belajar tentang tanggung jawab sosial, kerja sama, dan kepedulian terhadap sessama. Melalui pengembangkan dan penerapkan program kebersihan, sekolah dapat membantu membentuk generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan sosial dan fisik siswa, serta memiliki rasa empati yang lebih mendalam.

Daftar Pustaka

Aprilia, F., Naila, I., & Putra, D. A. (2024). Analisis sikap peduli pada lingkungan melalui gerakan jumasih pada peserta didik kelas 3 sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(1), 4764--4780.

Haluti, F., Nurteti, L., Pilendia, D., Haryono, P., Hiremawati, A. D., Afrizawati, A., Nurmiati, N., Saidah, E. M., & Bariah, S. (2024). Buku Ajar Teori Belajar dan Pembelajaran. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Ismail, M. J. (2021). Pendidikan karakter peduli lingkungan dan menjaga kebersihan di sekolah. Guru Tua: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(1), 59--68.

Nantara, D. (2022). Pembentukan karakter siswa melalui kegiatan di sekolah dan peran guru. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(1), 2251--2260.

Mohon tunggu...