Produksi Padi Maluku 2025 Mencapai 103,82 Ribu Ton dengan Malteng, Buru, dan SBT Sebagai Sentra Utama
Ringkasan Berita:
Luas panen padi Maluku 2025 capai 24,32 ribu hektare dengan produksi 103,82 ribu ton GKG, naik dari 2024.
Produksi padi dan beras menunjukkan tren peningkatan, termasuk potensi kenaikan pada awal 2026.
Sentra produksi terbesar berada di Maluku Tengah, Buru, dan SBT, sementara beberapa daerah tidak memiliki produksi padi.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Tercatat di Provinsi Maluku, luas panen padi mencapai 24,32 ribu hektare dengan produksi padi sebanyak 103,82 ribu ton gabah kering giling (GKG) sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Jika dibanding periode yang sama 2024, angka itu mengalami kenaikan 0,38 ribu hektar atau 1,57 persen dari jumlah 23,95 ribu hektare.
Untuk luas panen padi Agustus 2025 sebesar 3,39 ribu hektar, sedangkan September 2024 luas panen mencapai 4,13 ribu Hektare.
Diperkirakan untuk perhitungan Januari - Maret 2026 mencapai 7,97 hektar atau mengalami kenaikan sebesar 0,61 ribu hektar (8,31 persen) dibanding luas panen padi Januari - Maret 2025 sebesar 7,35 hektar.
Hasil ini disampaikan Kepala BPS Maluku, Maritje Pattiwaellapia, berdasarkan hasil survei terbaru meraka menggunakan survei KSA.
Dituturkan Maritje Pattiwaellapia, dalam hasil survei BPS Maluku, bahwa produksi padi di Maluku sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 126,31 ribu ton GKP, atau mengalami kenaikan sebanyak 15,44 ribu ton GKP (13,93 persen) dibandingkan 2024 yang sebesar 110,87 ribu ton GKP.
Produksi padi tertinggi pada 2025 terjadi pada Januari sebesar 19,21 ribu ton GKP sementara produksi terendah terjadi pada Juni, yaitu sekitar 5,07 ribu ton GKP.
“Sementara itu, potensi produksi padi pada Januari-Maret 2026 diperkirakan mencapai 40,27 ribu ton GKP, atau mengalami kenaikan sekitar 0,64 ribu ton GKP (1,62 persen) dibandingkan produksi padi pada Januari-Maret 2025 yang sebesar 39,63 ribu ton GKP,” tulis Maritje Pattiwaellapia.
Lebih lanjut dijelaskan untuk produksi padi di Maluku sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 103,82 ribu ton gabah kering giling (GKG), atau mengalami kenaikan sebanyak 12,69 ribu ton GKG (13,93 persen) dibandingkan 2024 yang sebesar 91,13 ribu ton GKG.
Produksi padi tertinggi pada 2025 terjadi pada Januari sebesar 15,79 ribu ton GKG sementara produksi terendah terjadi pada Juni, yaitu sekitar 4,17 ribu ton GKG.
Sementara itu, potensi produksi padi pada Januari-Maret 2026 diperkirakan mencapai 33,10 ribu ton GKG, atau mengalami kenaikan sekitar 0,53 ribu ton GKG (1,62 persen) dibandingkan produksi padi pada Januari-Maret 2025 yang sebesar 32,57 ribu ton GKG.
Maluku Tengah (Malteng), Buru, dan Seram Bagian Timur (SBT), merupakan kabupaten sentra produksi padi di Maluku dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2025.
Sementara beberapa kabupaten/kota tidak memiliki produksi padi antara lain Kabupaten Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya, Buru Selatan, Ambon dan Tual.
“Kenaikan produksi padi yang cukup besar pada 2025 terjadi di beberapa wilayah sentra produksi padi seperti Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Buru. Di sisi lain, penurunan produksi padi terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur,” jelasnya.




