Prihati Pujowaskito Dilantik Jadi Direktur Utama BPJS Kesehatan
Ringkasan
Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Keputusan Presiden No. 17/P Tahun 2026 untuk merombak seluruh jajaran direksi dan dewan pengawas BPJS Kesehatan, menggantikan Ali Ghufron Mukti dengan Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama pada periode 2026‑2031. Penataan ini dilakukan bersama DPR melalui uji kelayakan Komisi IX.
Direksi baru terdiri dari delapan orang, termasuk Abdi Kurniawan Purba, Akmal Budi Yulianto, Bayu Teja Muliawan, Fatih Waluyo Wahid, Setiaji, Vetty Yulianty Permanasari, dan Sutopo Patria Jati, sementara dewan pengawas diisi oleh tujuh anggota dengan Stevanus Adrianto Passat sebagai ketua. Pengangkatan tersebut telah disetujui dalam rapat paripurna DPR.
Prihati, mantan mayor jenderal TNI, memiliki latar belakang dokter jantung, magister manajemen rumah sakit, dan doktoral hukum kesehatan, serta pernah menjabat sebagai dekan Fakultas Kedokteran Militer dan kepala Departemen Jantung di RSPAD Gatot Soebroto. Pengalaman klinisnya meliputi layanan di Rumah Sakit TNI Angkatan Darat Dustira Cimahi.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Presiden Prabowo Subianto resmi merombak jajaran direksi dan dewan pengawas BPJS Kesehatan melalui Keputusan Presiden No. 17/P Tahun 2026. Salah satu direksi yang diganti adalah posisi Direktur Utama BPJS Kesehatan yang tadinya ditempati Ali Ghufron Mukti kini diduduki Prihati Pujowaskito.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menjelaskan Kepala Negara telah menyusun ulang jajaran direksi dan dewan pengawas kantornya untuk periode 2026-2031.
"Penetapan ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola dan kesinambungan penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional," dalam keterangan resmi yang diterima Katadata.co.id, Kamis (19/2).
Tidak ada anggota direksi maupun dewan pengawas dalam periode sebelumnya kembali menjadi direksi hingga 2031. Berikut jajaran direksi baru BPJS Kesehatan hingga 2031:
Direksi
1. Prihati Pujowaskito (Direktur Utama)
2. Abdi Kurniawan Purba (Direktur)
3. Akmal Budi Yulianto (Direktur)
4. Bayu Teja Muliawan (Direktur)
5. Fatih Waluyo Wahid (Direktur)
6. Setiaji (Direktur)
7. Vetty Yulianty Permanasari (Direktur)
8. Sutopo Patria Jati (Direktur)
Dewan Pengawas
1. Stevanus Adrianto Passat (Ketua Dewan Pengawas - Unsur Pekerja)
2. Murti Utami Adyanto (Anggota Dewan Pengawas – Unsur Pemerintah)
3. Rukijo (Anggota Dewan Pengawas - Unsur Pemerintah)
4. Afif Johan (Anggota Dewan Pengawas - Unsur Pekerja)
5. Paulus Agung Pambudhi (Anggota Dewan Pengawas - Unsur Pemberi Kerja)
6. Sunarto (Anggota Dewan Pengawas - Unsur Pemberi Kerja)
7. Lula Kamal (Anggota Dewan Pengawas - Unsur Tokoh Masyarakat)
Rizzky menjelaskan perombakan jajaran direksi dan dewan pengawas telah dilakukan bersama DPR. Sebab, Komisi IX DPR telah melakukan mekanisme uji dan kelayakan serta persetujuan melalui rapat paripurna.
Seperti diketahui, Prihati merupakan purnawirawan TNI dengan jabatan terakhir Mayor Jenderal. Sebelum menjadi Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati merupakan Dekan Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan pada 2023-2025.
Dia mengambil pendidikan sarjana bidang dokter di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Setelah lulus pada 1994, Prihati tercatat bekerja sebagai dokter di Komando Pasukan Khusus hingga 2000.
Prihati selesai mengambil spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Airlangga pada 2007. Karena itu, mayoritas pengalaman profesional Prihati adalah sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Rumah Sakit TNI Angkatan Darat Dustira Cimahi.
Dia lalu menyelesaikan pendidikan magister di bidang manajemen rumah sakit pada 2015 dan pendidikan doktoral bidang hukum kesehatan pada 2021.
Sembari mengambil pendidikan doktoral, Prihati menjabat sebagai Kepala Departemen Jantung RSPAD Gatot Soebroto dan Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani pada 2018-2021. Dia juga pernah menjadi Direktur Pengawasan Medik RSPAD Gatot Soebroto pada 2021-2022.




